Masih Ada Potensi Gempa, Badan Geologi Minta Warga Aceh Waspada

Potensi gempa bumi di sebagian Aceh termasuk kategori menengah berat. Badan Mitigasi Geologi Kementerian ESDM sudah memberikan peringatan dini berupa peta rawan gempa.
Anggita Rezki Amelia
8 Desember 2016, 14:00
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin (Katadata)

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta agar warga Aceh tetap waspada. Ini terkait masih adanya potensi gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan wilayah Aceh memang rawan terjadi gempa. Penyebabnya lokasi yang dekat dengan lempeng Australia, Hindia dan Asia yang bergerak dinamis. Selain itu, provinsi ini juga memiliki patahan yang sangat besar. (Baca: Gempa Aceh, Pertamina Klaim Distribusi BBM dan LPG Aman)

Menurut Ego, potensi gempa bumi di sebagian Aceh termasuk kategori menengah berat. “Badan Mitigasi Geologi Kementerian ESDM sudah memberikan peringatan dini berupa peta rawan gempa,” kata dia Kamis (8/12).

Seperti diketahui, Rabu, 7 Desember 2016 pukul  05:03:36 WIB terjadi gempa bumi di Pidie Jaya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Berdasarkan informasi dari BMKG, pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 5,19° LU dan 96,38° BT. Pusat gempa berjarak 35,8 km barat Kota Bireun, dan 51,1 km sebelah tenggara Kota Sigli.

Advertisement

Ego mengatakan kerusakan akibat gempa tersebut memang menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan. Ada beberapa faktor penyebab gempa tersebut menimbulkan kerusakan. Pertama, gempa ini terjadi merupakan gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer (km) dengan magnitudo 6,4 Skala Richter (SR). (Baca: BNPB: Dampak Gempa Aceh, 25 Meninggal, 26 Luka Parah)

Kedua, batuan penyusun yang ada di Aceh tersusun tergolong batuan lapuk. Sehingga ketika ada getaran sedikit bisa menyebabkan guncangan besar. Ketiga, secara struktural, beberapa bangunan tidak memenuhi standar kelayakan tahan gempa.

Kuatnya goncangan gempa menyebabkan sebanyak 84 trafo distribusi milik PLN jatuh dan perlu perbaikan. Selain itu, kabel jaringan listrik tegangan menengah sepanjang 500 meter sirkuit (ms) di Samalanga dan 25 kilometer sirkuit (kms) di Meureudu-Beurenun juga ikut mengalami kerusakan.

Sementara itu, jaringan listrik Tegangan Menegah mengalami kerusakan akibat roboh, yakni sebanyak 48 tiang dan Tegangan Rendah sebanyak 60 tiang. Lokasi kerusakan tersebut berada di tiga titik, yakni Samalanga, Meureudu dan Beureunun. (Baca: Gempa Aceh, 40 Ribu Pelanggan PLN Mati Listrik)

Akibatnya listrik sebesar 500 kilowatt (kW) di Samalangan dan 6 megawatt (MW) di Beureunun-Meureudu tak tersalurkan. Ini membuat area di Samalanga, Meureudu dan Beureunun sempat mengalami pemadaman listrik sesaat setelah gempa yang berdampak pada sekitar 40 ribu pelanggan PLN.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait