Rombak Organisasi, Mantan Dirjen Migas Jadi Dewan Pengawas IPA

Alasan pemilihan Evita adalah kepakarannya dalam membidangi sektor hulu migas. "Supaya ada yang melihat arah kami apakah sudah benar."
Anggita Rezki Amelia
7 Desember 2016, 20:56
IPA Migas
Arief Kamaludin | Katadata

Asosiasi perusahaan minyak dan gas bumi (migas) atau Indonesian Petroleum Association (IPA) melakukan perombakan struktur organisasi dan kepengurusan periode 2017. Yang menarik, perombakan kali ini memunculkan posisi baru untuk dewan pengawas.  

Dewan pengawas sebelumnya tidak ada di struktur dewan pengurus IPA. Posisi ini akan diemban oleh Evita Herawati Legowo. mantan Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2008-2012. (Baca: Jaga Investasi 2017, Asosiasi Migas Cermati Lima Isu Strategis)

Direktur Eksekutif Marjolijn Wajong menjelaskan alasan pemilihan Evita adalah kepakarannya dalam membidangi sektor hulu migas. "Supaya ada yang melihat arah kami apakah sudah benar,"  kata dia kepada Katadata, Rabu (7/12).

Selain penambahan dewan pengawas, IPA merombak dan menambah posisi direktur. Posisi direktur berubah, perwakilan dari Ophir Energy Anggoro Kasyanto digantikan dengan Tumbur Parlindungan dari Saka Energi. (Baca: Aturan Terbit, BUMD Dapat Talangan Dana Hak Kelola Bebas Bunga)

Advertisement

Ada penambahan direktur baru dari Petrochina yakni Gong Bencai. Sedangkan Petronas tidak menempatkan wakilnya di Dewan Pengurus IPA periode 2017. Sementara untuk posisi Direktur IPA dari Inpex juga berganti dari Shunichiro Sugaya kepada Nico Muhyiddin.

Posisi wakil presiden juga berubah. Ignatius Tenny Wibowo dari Santos (Sampang) Pty. Ltd  digantikan oleh Dan L. Wieczynzki dari ExxonMobil Indonesia. Alhasil, Tenny menduduki posisi Direktur IPA tahun depan. Sedangkan Bijan Agarwal dari ConocoPhillips Indonesia menggantikan rekannya Erec S. Isaacson sebagai Wakil Presiden IPA.

(Baca: Aturan Baru, Alat Ukur Produksi Minyak Wajib Dipasang di Tiga Lokasi)

Di sisi lain, Presiden IPA tetap diduduki oleh Christina Verchere. Tenny mengatakan, pemilihan presiden tersebut didasari oleh kemauan untuk bekerja dan berkotribusi bagi IPA. Ia berharap, komitmen kerja IPA tahun depan bisa tercapai. Wanita asal Kanada ini juga menjabat sebagai Presiden Regional Asia Pacific BP Plc.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait