Pupuk Indonesia Belum Terima Penugasan Serap Gas Blok Masela

Pupuk Indonesia kemungkinan akan membangun pabrik petrokimia di sekitar kawasan Blok Masela, bukan pabrik pupuk.
Anggita Rezki Amelia
2 Desember 2016, 16:57
Pupuk Indonesia
Arief Kamaludin (Katadata)

PT Pupuk Indonesia masih menunggu penugasan resmi dari pemerintah untuk menyerap gas Blok Masela. Gas ini nantinya akan digunakan sebagai bahan baku petrokimia.

Head of Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, pihaknya dan pemerintah telah membicarakan rencana pengembangan industri di Blok Masela. Dalam pembicaraan tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Perindustrian mendorong Pupuk Indonesia terlibat dalam pengembangan tersebut.

Pupuk Indonesia kemungkinan akan membangun pabrik petrokimia di sekitar kawasan Blok Masela, bukan pabrik pupuk. Alasannya, pasokan urea untuk industri pupuk di dunia sekarang berlebihan.  (Baca: Arcandra Setujui Alokasi Gas Masela untuk Tiga Perusahaan)

Namun, hingga kini belum ada penugasan resmi dari pemerintah agar Pupuk Indonesia membangun industri di sana. “Kami siap kalau memang ada tugas dari pemerintah,” kata Wijaya kepada Katadata, Kamis (2/12).

Advertisement

Di sisi lain, Pupuk Indonesia menunggu kepastian konsep pengembangan Masela dari operatornya, Inpex Corporation, sebelum menentukan harga gas dari blok tersebut. Sebab, harga gas yang diminta Pupuk Indonesia tergantung dari industri yang akan dikembangkan di sana. "Berapa skalanya, berapa jatah gasnya, kira-kira begitu yang kami lihat nanti untuk harganya," kata dia.

Grafik: Kontrak Permintaan Gas untuk Pupuk di Indonesia 2016-2030

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM  Arcandra Tahar sepakat memberikan alokasi gas Blok Masela untuk tiga perusahaan dalam negeri. Ketiga perusahaan ini merupakan usulan dari Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Arcandra sudah menerima surat dari Airlangga mengenai alokasi gas Masela untuk tiga perusahaan. Alokasi untuk tiga perusahaan itu diusahakan masuk dalam syarat dan ketentuan yang ada dalam rencana pengembangan lapangan di Blok Masela. “Itu sudah menjadi bagian dari kesepakatan,” kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa malam (29/11).

(Baca: Kementerian Energi Godok Tiga Opsi Lokasi Kilang Proyek Masela)

Sebagaimana diketahui, informasi yang diperoleh Katadata, ada tiga perusahaan yang akan menikmati gas dari lapangan Abadi Blok Masela. Mereka adalah Pupuk Indonesia dengan alokasi 214 mmscfd, Elsoro Multi Prima sebanyak 160 mmscfd, dan PT Kaltim Metanol Industri (KMI)/Sojitz sebesar 100 mmscfd.

Secara total, alokasi gas untuk tiga perusahaan tersebut mencapai 474 mmscfd atau sekitar 3 juta ton per tahun (mtpa). Sementara rencana kapasitas produksi kilang gas Masela mencapai 9,5 mtpa.

Namun, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (Dirjen IKTA) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono menyatakan, ketiga perusahaan itu bukan penunjukan dari Kementerian Perindustrian. Termasuk besaran alokasinya yang disesuaikan kebutuhan atau kapasitas komersial.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait