Aturan BBM Satu Harga Terbit, Penyalur Dapat Margin Tinggi

Penyalur adalah koperasi, usaha kecil, atau badan usaha swasta nasional yang ditunjuk oleh Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Umum untuk melakukan kegiatan penyaluran BBM Satu Harga.
Anggita Rezki Amelia
16 November 2016, 19:11
BBM Pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya menerbitkan payung hukum untuk mempercepat pemberlakuan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga. Agar harga BBM seragam di seluruh Indonesia, penyalur BBM di lokasi tertentu mendapatkan margin besar namun juga berkewajiban membangun infrastruktur.

Payung hukum berupa Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 tahun 2016 tersebut mengatur dua jenis BBM. Pertama, jenis BBM Tertentu yang meliputi minyak Solar 48 (Gas Oil) dan minyak tanah (Kerosene). Kedua, jenis BBM Khusus Penugasan yang meliputi bensin (Gasoline) minimum RON 88. (Baca: Menteri ESDM Teken Aturan BBM Satu Harga, Swasta Dilibatkan)

Pendistribusian jenis BBM Tertentu dan BBM Khusus Penugasan di seluruh Indonesia dilakukan oleh Badan Usaha Penerima penugasan melalui penyalur yang ditunjuknya. Penyalur adalah koperasi, usaha kecil, atau badan usaha swasta nasional yang ditunjuk oleh Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Umum untuk melakukan kegiatan penyaluran.

Jika belum ada penyalur di lokasi tertentu, badan usaha wajib menunjuk penyalur baru. “Penyalur tidak dibebani biaya distribusi jenis BBM Tertentu dan BBM Khusus Penugasan,” seperti dikutip dari Pasal 3 ayat 3 dalam aturan tersebut.

Direktur Jenderal Migas menetapkan lokasi tertentu yang belum terdapat penyalur jenis BBM Tertentu dan BBM Khusus Penugasan. Untuk mempercepat penyediaan penyalur tersebut, Badan Usaha Penerima Penugasan wajib memberikan jasa penyaluran yang lebih tinggi kepada penyalur di wilayah itu.

Sedangkan Badan Pengatur memberikan penugasan baru kepada Badan Usaha Penerima Penugasan untuk penyediaan dan pendistribusian pada lokasi tertentu. Badan Pengatur juga melakukan pengaturan, pengawasan, dan verifikasi terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pendistribusian BBM Tertentu dan BBM Khusus Penugasan.

(Baca: Rugi Rp 800 Miliar, Pertamina Jual BBM di Papua Rp 6.450 per Liter)

Selain itu, Badan Pengatur menetapkan kewajiban Badan Usaha Penerima Penugasan untuk menyediakan dan mendistribusikan jenis BBM Tertentu dan BBM Khusus Penugasan pada lokasi tertentu. Kewajiban Badan Usaha Penerima Penugasan meliputi pembangunan sarana dan fasilitas kegiatan penyaluran dan pendistribusian Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan secara proporsional.

Badan Pengatur memberikan sanksi berupa teguran tertulis terhadap Badan Usaha Penerima Penugasan yang melakukan pelanggaran atas kewajiban Badan Usaha dalam penyediaan dan pendistribusian Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan. Teguran tertulis kepada Badan Usaha disampaikan oleh Badan Pengatur paling banyak dua kali dalam jangka waktu 30 hari.

Badan Usaha yang mendapatkan teguran tertulis tapi tetap melakukan pengulangan pelanggaran, maka akan ditangguhkan penugasannya. Penangguhan ini berlangsung selama 30 hari. Jika dalam waktu tersebut tetap membandel dan tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan, Badan Pengatur dapat mencabut penugasannya.

(Baca: Demi BBM Satu Harga, Pertamina Impor BBM dari Malaysia)

Menteri ESDM menetapkan harga dasar dan harga jual eceran jenis BBM Tertentu dan BBM Khusus Penugasan. Badan Usaha Penerima Penugasan wajib menerapkan harga jual eceran BBM Tertentu dan BBM Khusus Penugasan itu untuk konsumen. "Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2017."  

Video Pilihan

Artikel Terkait