Jonan Belum Restui Penugasan Kilang Bontang ke Pertamina

Dengan memberikan penugasan, pemerintah bisa berharap Pertamina segera membangun Kilang Bontang. Sebab, selama ini dinilai lambat menggunakan skema KPBU.
Anggita Rezki Amelia
9 November 2016, 15:45
Kilang Minyak
KATADATA
Kilang Minyak

Pemerintah belum resmi mengubah skema pembangunan kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur. Artinya sampai saat ini pembangunan kilang tersebut masih menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku belum mengeluarkan izin perubahan skema pembangunan kilang  tersebut. "Kilang (Bontang) lagi dibahas, belum resmi," kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (8/11). (Baca: Pertamina Klaim Dapat Penugasan Garap Kilang Bontang)

Namun, menurut Jonan, ke depan tidak menutup kemungkinan skema tersebut berubah dari KPBU menjadi penugasan kepada PT Pertamina (Persero). Pertimbangannya adalah perkembangan proyek kilang tersebut.

Dengan memberikan penugasan, pemerintah bisa berharap Pertamina segera membangun Kilang Bontang. Sebab, selama ini dengan skema KPBU, Jonan menilai pembangunan kilang tersebut berjalan lambat. "Kelamaan dua tahun tidak jalan," kata dia.

Advertisement

Jonan juga tidak terlalu mengkhawatirkan pendanaan dari Pertamina jika skema tersebut menjadi penugasan. Mantan Menteri Perhubungan ini yakin keuangan Pertamina mampu untuk menjalankan proyek tersebut dengan skema penugasan. (Baca: Skema Berubah, Pemerintah Tawari Iran Garap Kilang Bontang)

Sebelumnya,  Direktur Megaproyek dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi  mengklaim sudah mendapat restu untuk penugasan Kilang Bontang. Restu tersebut memang baru diperoleh secara lisan sekitar tiga hari lalu.

Setelah mendapatkan penugasan tersebut, Pertamina segera mencari mitra untuk menggarap Kilang Bontang melalui proses seleksi atau beauty contest. Mitra bisa diperoleh dari investor yang pernah ikut seleksi Kilang Tuban di Jawa Timur. 

Sekadar informasi, peserta tender Kilang Tuban saat itu adalah Rosneft asal Rusia, Saudi Aramco, Sinopec, Kuwait Petroleum Inc (Kupec), Thai Oil Thailand dan PTT GC Thailand. Bahkan, menurut Rachmad, Rosneft yang sudah mendapatkan proyek Kilang Tuban tetap ditawari untuk mengggarap proyek Kilang Bontang. (Baca: Kebut Kilang Bontang, Pertamina Pakai Aset Badak NGL)

Kilang ini memiliki kapasitas 300 ribu barel per hari (bph) dan terintegrasi dengan petrokimia. Investasinya sekitar US$ 10-13 miliar.Adapun kilang Bontang ditargetkan bisa beroperasi pada 2023 dengan produk Bahan Bakar Minyak standar Euro 5.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait