Pertamina Klaim Dapat Penugasan Garap Kilang Bontang

“Belum ada draf keputusan menteri tentang penugasannya (Pertamina). Saya tunggu arahan pimpinan,” kata Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Setyorini Tri Hutami.
Anggita Rezki Amelia
9 November 2016, 08:59
Kilang Minyak
KATADATA

PT Pertamina (Persero) mengklaim telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun kilang minyak baru di Bontang, Kalimantan Timur. Padahal, pembangunan kilang ini semula menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Menurut Direktur Megaproyek dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi, skema KPBU tersebut sekarang berubah menjadi penugasan kepada Pertamina. Namun, keputusan tersebut baru diperoleh dari Kementerian ESDM secara lisan. “Sejak dua hari lalu, kami menanti surat resmi,” kata dia di Jakarta, Selasa (8/11).

(Baca: Kementerian Energi Buka Opsi Swasta Garap Kilang Bontang)

Setelah mendapatkan penugasan tersebut, Pertamina segera mencari mitra untuk menggarap Kilang Bontang melalui proses seleksi atau beauty contest. Rachmad tidak menutup kemungkinan menawarkan proyek ini kepada mitra yang sebelumnya mengikuti seleksi pembangunan Kilang Tuban.

Sekadar informasi, peserta tender Kilang Tuban saat itu adalah Rosneft asal Rusia, Saudi Aramco, Sinopec, Kuwait Petroleum Inc (Kupec), Thai Oil Thailand dan PTT GC Thailand. Bahkan, menurut Rachmad, Rosneft yang sudah mendapatkan proyek Kilang Tuban tetap ditawari untuk mengggarap proyek Kilang Bontang.

Rachmad menargetkan, Pertamina sudah bisa memperoleh mitra untuk membangun Kilang Tuban pada Maret 2017. Kilang ini memiliki kapasitas 300 ribu barel per hari (bph) dan terintegrasi dengan petrokimia. Investasinya sekitar US$ 10-13 miliar. (Baca: Skema Berubah, Pemerintah Tawari Iran Garap Kilang Bontang)

Selain mencari mitra, Pertamina tengah menyiapkan lahan untuk membangun kilang minyak tersebut. Menurut Rachmad, salah satu tantangan dalam penyediaan lahan ada karakteristik daerahnya yang merupakan daerah rawa. “Jadi ada yang bukitnya sedikit, ada yang genangan airnya sedikit, rawa begitu. Tentu site preparation-nya lebih berat,” ujar dia.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, pembangunan kilang minyak di Bontang akan selesai tujuh tahun lagi. “Kilang Bontang sudah diputuskan penugasan dan tentatif  selesai pada 2023  dengan produk standar Euro 5,” kata dia. (Baca: Kebut Kilang Bontang, Pertamina Pakai Aset Badak NGL)

Di sisi lain, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Setyorini Tri Hutami mengatakan, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 1002/K/12/MEM/2016, skema pembangunan Kilang Bontang masih mengggunakan skema KPBU. “Belum ada draf keputusan menteri penugasannya. Saya tunggu arahan pimpinan,” kata dia kepada Katadata, Selasa (8/11).

Video Pilihan

Artikel Terkait