Ahmad Bambang Promosi Jadi Wakil Dirut Pertamina

Pengganti Ahmad Bambang di Direktur Pemasaran Pertamina, sampai saat ini belum ditentukan. Alhasil, dia masih merangkap posisi tersebut hingga terpilih pejabat baru.
Anggita Rezki Amelia
21 Oktober 2016, 13:46
No image

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno merestui penambahan pos dua direksi PT Pertamina (Persero). Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Pertamina, Kamis (20/10), menyepakati Wakil Direktur Utama- Hilir dan Energi Baru Terbarukan (EBT) dijabat oleh Ahmad Bambang. Sementara Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia dipegang oleh Rachmad Hardadi.

Ahmad Bambang mengakui telah ditunjuk menjadi Wakil Direktur Utama – Hilir dan EBT Pertamina. “Efektif per kemarin (Kamis) sore,” kata dia kepada Katadata, Jumat (21/10). (Baca: Bisnis Menggurita, Komisaris Pertamina Usulkan Posisi Wakil Dirut)

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Direktur Pemasaran Pertamina sejak28 November 2014. Ia memulai kariernya di Pertamina pada 1989, dan dipercaya memegang beberapa posisi strategis, antara lain Deputi Direktur Distribusi  periode 2007 hingga 2008, Senior Vice President CSS (2009-2010), Senior Vice President HR Development.

Sedangkan pengganti posisi Ahmad Bambang di Direktur Pemasaran Pertamina, sampai saat ini belum ditentukan. Alhasil, dia masih merangkap posisi tersebut hingga terpilih Direktur Pemasaran Pertamina yang definitif.

Advertisement

Adapun Rachmad Hardadi menjabat sebagai Direktur Pengolahan Pertamina sejak 8 Desember 2014. Ia memulai karier di Pertamina sejak 1988 dan pernah dipercaya memegang posisi Vice President Planning and Optimization di Direktorat Pengolahan pada periode 2010-2011. (Baca: Usulkan Wakil Dirut, Komisaris Bantah Akan "Kudeta" Bos Pertamina)

Kemudian Vice President Refining Technology di Direktorat yang sama pada 2011 hingga 2012. Rachmad juga pernah menjabat Direktur dan COO PT Badak NGL periode 2012 hingga 2014. Setelah itu Presiden Direktur PT Badak NGL pada periode 2014.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Pertamina Dwi Daryoto mengakui sampai saat ini pengganti Ahmad Bambang dan Rachmad Hardadi belum ditunjuk. “Sekarang masih pelaksana tugas oleh direktur lama,” kata dia.

Sekadar informasi, posisi Wakil Direktur Utama Pertamina ini memimpin dan mengkoordinasikan Direktur Marketing dan Retail, Direktur Pengolahan dan Senior Vice President EBT. Selain itu, bertanggung jawab secara keseluruhan atas kinerja operasional dan finansial pada sektor hilir, seluruh kilang eksisting dan pemanfaatan EBT.

Wakil direktur utama juga turut bertanggung jawab memimpin dan mengawasi pelaksanaan kebijakan dan keputusan direksi dalam kegiatan usaha hilir dan EBT dengan mempertimbangkan aspek risikonya. Kewenangannya juga mencakup mengelola dan mengoptimalkan upaya-upaya operasi hilir secara terintegrasi.

Kewenangannya juga mencakup mengkoordinasikan kebijakan atau strategi bisnis anak-anak perusahaan yang berada di bawah lingkup hilir dan EBT dengan Direktur Marketing & Retail, Direktur Pengolahan, dan SVP EBT. (Baca: Tiga Industri yang Dapat Prioritas Penurunan Harga Gas)

Sementara itu, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia memiliki sembilan tugas dan kewenangan. Intinya, direktur baru tersebut memimpin dan mengarahkan kegiatan megaproyek pengembangan berskala nasional di sektor pengolahan dan petrokimia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait