Enam Perusahaan Berebut Aset Panas Bumi Chevron

Anggita Rezki Amelia
19 Oktober 2016, 15:20
Panas Bumi Geothermal
Arief Kamaludin|KATADATA

Enam perusahaan sedang berebut aset wilayah kerja panas bumi (WKP) Salak di Gunung Salak, Bogor dan WKP Darajat di Gunung Darajat, Garut, Jawa Barat. Dua wilayah kerja ini miliki Chevron Indonesia.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Yunus Saefulhak mengatakan lelang untuk dua wilayah kerja panas bumi ini awalnya diikuti 44  perusahaan. Setelah melewati beberapa proses, menyusut menjadi 14, dan kini tersisa enam perusahaan.

Keenam perusahaan tersebut terdiri dari badan usaha milik negara (BUMN), swasta, dan internasional. Mereka adalah PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara, PT Star Energy, PT Medco Power Indonesia, Mitsui and Co. Ltd, dan Marubeni Corporation. (Baca: PLN Diragukan Bisa Danai Akuisisi Pertamina Geothermal).

Perusahaan-perusahaan tersebut sedang berebut memberikan penawaran harga terbaik. Sesudahnya akan melakukan negosiasi jual beli listrik. "Negosiasi perjanjian jual beli dengan bidder terpilih direncanakan pada November 2016," kata Yunus di Kementerian Energi, Selasa, 18 Oktober 2016.

Menurut dia, Chevron menargetkan proses akhir dari penentuan pemenang dua wilayah kerja tersebut bisa dilakukan pada Desember 2016 atau awal tahun depan. Tapi ia mengaku tidak tahu-menahu apa saja kriteria calon pemenang yang akan dipilih Chevron terhadap dua asetnya tersebut. (Baca: BPK Temukan Potensi Kerugian Aset Negara oleh Chevron).

Chevron melepas dua aset itu, Yunus melanjutkan, karena ingin berfokus pada sektor minyak dan gas bumi. "Bisnis Chevron di Indonesia kan di hulu migas. Jadi, dengan menjual ini bisa membiayai bisnis lainnya," kata dia.

WKP Salak memiliki kapasitas listrik 377 MW yang dipasok ke enam unit pembangkit listrik. Sedangkan WKP Darajat  berkapasitas 270 Megawatt (MW). Kedua aset panas bumi Chevron itu ditaksir berkisar US$ 3 miliar.

Dihubungi terpisah, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengakui memang tertarik untuk mendapatkan lelang tersebut. "Jika ada peluang untuk mengelola WKP baru maupun mendapatkan WKP yang sudah berproduksi melalui mekanisme akusisi akan menjadi target kami," kata Syamsu kepada Katadata, Rabu, 19 Oktober 2016. (Baca: Gaet Investor, Pemerintah Pangkas Izin Energi Terbarukan).

Menurut Syamsu, Pertamina memang mencari peluang untuk mengembangkan sektor panas bumi, salah satunya dengan mengakuisisi aset-aset di Indonesia. Tapi, tidak semua aset panas bumi diincar Pertamina. Sebab perusahaan BUMN ini harus melakukan evaluasi teknis dan keekonomian proyek lebih dulu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait