Akuisisi Blok B South Natuna, Medco Harap Produksi Naik 35 Persen

Transaksi ini akan meningkatkan kemampuan hulu migas Medco melalui integrasi operasi lepas pantai.
Anggita Rezki Amelia
19 September 2016, 19:53
Medco Energi
Arief Kamaluddin | Katadata

PT Medco Energi Internasional Tbk resmi mengakuisisi hak kelola (participating interest) milik ConocoPhillips di Blok B South Natuna. Aksi ini ditandai dengan menandatanganani perjanjian jual-beli untuk mengakuisisi dua anak ConocoPhillips, yaitu ConocoPhillips Indonesia Inc. Ltd. (CIIL) dan ConocoPhillips Singapore Operations Pte. Ltd. (CSOP).

Chief Executive Officer (CEO) Medco Roberto Lorato mengatakan, akuisisi ini akan memberikan tambahan cadangan minyak dan gas yang signifikan. Selain itu, menambah produksi tahunan Medco lebih dari 35 persen.

“Dengan arus kas yang kuat di saat kondisi harga minyak rendah, transaksi ini secara langsung dapat memberikan peningkatan pendapatan,” kata Lorato berdasarkan siaran pers Medco, Senin (19/9). (Baca: Medco Diizinkan Garap Blok Lematang 10 Tahun)

Sementara itu, menurut Direktur Utama Hilmi Panigoro, sebagai perusahaan migas swasta nasional, Medco terus mencari kesempatan untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Transaksi ini akan meningkatkan kemampuan hulu migas Medco melalui integrasi operasi lepas pantai.

Advertisement

Sekadar informasi, CIIL merupakan operator dari Blok B dengan hak kelola sebesar 40 persen. Selain itu, operator dari West Natuna Transportation System (“WNTS”). Sedangkan CSOP mengoperasikan Onshore Receiving Facility (“ORF”) di Singapura.

Infrastruktur WNTS beserta jaringan pipa gas Malaysia akan terus memegang peran penting dalam komersialisasi temuan-temuan migas yang ada dan aktivitas eksplorasi yang sedang berlangsung di kawasan Natuna. Transaksi ini diharapkan selesai pada kuartal IV tahun ini. (Baca: SKK Migas Sebut ConocoPhillips Akan Lepas Saham Blok Palangkaraya)

Blok B mulai berproduksi pada 1979. Dari data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), lifting atau produksi siap jual minyak di blok ini sejak awal Januari hingga akhir Agustus lalu sebesar 19.110 barel per hari (bph). Jumlahnya lebih rendah dari target dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 sebesar 19.280 bph.

Sementara itu, lifting gas bumi Blok B Sout East Natuna mencapai 42.200 barel setara minyak (boepd). Angka ini lebih rendah dari target APBNP 2016 yakni sebesar 34.000 boepd. (Baca: ConocoPhillips Setop Produksi, Pertamina Tambah Impor Elpiji)

Tahun depan, ConocoPhillips sebenarnya merencakan melakukan pengeboran sebanyak lima sumur. Selain itu, perawatan sumur sebanyak 114 kegiatan. Tapi ConocoPhillips tidak akan melakukan kegiatan pengerjaan ulang tahun depan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait