SKK Migas Pastikan Transisi Blok Mahakam Berjalan Lancar

“Kembali secara prinsip banyak diurusin supaya lancar. Jadi saya belum dengar ada vendor yang khawatir soal ini.”
Anggita Rezki Amelia
13 September 2016, 20:39
Pengeboran minyak lepas pantai.
KATADATA

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan agar operasional Blok Mahakam tetap berjalan lancar selama masa transisi alih kelola dari Total E&P Indonesie ke PT Pertamina (Persero). Jadi, tidak perlu ada kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk para vendor.

Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas Rudianto Rimbono mengatakan, memang sudah menjadi tugas SKK Migas supaya operasi Blok Mahakam berjalan lancar. “Kembali secara prinsip banyak diurusin supaya lancar. Jadi saya belum dengar ada vendor yang khawatir soal ini,” kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (13/9). (Baca: Revisi Aturan Menteri Batal, Pemerintah Amendemen Kontrak Blok Mahakam)

Selain itu, SKK Migas terus membahas masa transisi ini dengan manajemen Pertamina. Salah satu yang dibahas adalah amendemen kontrak. Amendemen ini diperlukan agar investasi Pertamina yang dilakukan sebelum kontrak berakhir bisa kembali setelah mengambil alih kelola dari Total.

Terkait status aset yang ada di Blok Mahakam, Rudianto menilai tidak akan menjadi masalah. “Aset, kan mau dia alih kelola atau tidak dari awal dia when landed. Dia barang milik negara,” ujar dia.

Advertisement

Direktur Pertamina Hulu Mahakam (PHM)  Ida Yusmiati mengatakan, kegiatan transisi Blok Mahakam antara Pertamina dan Total masih akan terus berlangsung hingga kontrak berakhir."Kegiatan transisi sifatnya menerus hingga akhir 2017," katanya kepada Katadata, Selasa (13/9). (Baca: Masa Transisi Alih Kelola Blok Mahakam Ancam Target Lifting)

Manajemen Pertamina juga sudah menyiapkan dana investasi sekitar US$ 1,5 miliar. Dana ini akan digunakan untuk membiayai pengeboran 19 sumur di Blok Mahakam.

Sementara Vice President Corporate Communication HR and Finance Total Arividya Noviyanto  mengatakan, Total dan Pertamina akan bersama-sama berinvestasi di Blok Mahakam tahun depan. Saat ini, pihaknya menyusun rencana program kerja dan anggaran (WP&B) Blok Mahakam 2017. Untuk pembahasan WP&B masih menunggu sampai November mendatang.

Sedangkan Pelaksana tugas Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan pernah mengatakan, sudah tidak ada masalah mengenai masa transisi Blok Mahakam. Dalam masa transisi tersebut, direncanakan akan ada 25 sumur yang dibor untuk menjaga produksi blok tersebut. (Baca: Transisi Blok Mahakam: Pertamina Danai 19 Sumur, Total 6 Sumur)

Dari 25 sumur itu, Pertamina akan mendanai pengeboran 19 sumur, sisanya oleh Total. “Semua sudah sepakat, pendanaan legal apa segala macam sudah selesai,” kata Luhut.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait