Sudah Ubah Skema, Lelang Blok Migas 2016 Tetap Memprihatinkan

"Cukup memprihatinkan, ada beberapa WK bahkan tidak ada peminat," kata Dirjen Migas, I.G.N. Wiratmaja Puja.
Anggita Rezki Amelia
9 September 2016, 20:10
Rig Minyak
Katadata

Animo investor untuk mengikuti lelang blok minyak dan gas bumi (migas) tahun ini masih rendah. Padahal pemerintah sudah mengubah skema lelang agar kontraktor tertarik ikut proses lelang tersebut.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I.G.N Wiratmaja puja mengatakan penawaran Wilayah Kerja (WK) migas pada 2016 ini belum bergairah. "Cukup memprihatinkan, ada beberapa WK bahkan tidak ada peminat," kata dia dalam diskusi dengan wartawan di Jakarta, Jumat (9/9). (Baca: Setahun Terakhir, Pemerintah Gagal Gaet Investor Garap Blok Migas)

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan sampai saat ini baru tiga blok migas konvensional yang sudah laku. "Blok West Kaimana, Onin, satu lagi saya lupa," ujar dia kepada Katadata, Jumat (9/9).

Djoko mengetahui proses tersebut karena dia menjalankan tugas Direktur Pembinaan Usaha Hulu selama Tunggal melakukan ibadah haji. Salah satu kemungkinan yang membuat lelang wilayah kerja migas sepi adalah harga minyak dunia yang masih rendah.

Meski demikian, Djoko tetap optimis untuk melihat perkembangan lelang blok migas hingga penutupan lelang pada Oktober mendatang. "Biasanya peminat last minutes baru masukin dokumen nanti Oktober," ujar dia. 

Tahun ini, pemerintah melelang 14 blok migas. Lelang ini terdiri dari tujuh WK melalui mekanisme penawaran langsung dan tujuh WK melalui mekanisme lelang reguler. (Baca: Total Minati Blok Migas yang Dilelang Pemerintah)

Untuk penawaran langsung ada Blok Bukit Barat (offshore Kepulauan Riau), Batu Gajah Dua (onshore Jambi), Kasongan Sampit (onshore Kalimantan Tengah), Ampuh (offshore Laut Jawa), Ebuny (offshore Sulawesi Tenggara), Onin (onshore-offshore, Papua Barat), dan West Kaimana (onshore-offshore, Papua Barat).

Jadwal penawaran langsung pertama, terdiri dari kegiatan akses dokumen lelang, berlangsung pada 18 Juli 2016-22 Agustus 2016. Kedua proses forum klarifikasi yang berlangsung pada 21 Juli 2016-24 Agustus 2016. Ketiga, pemasukan dokumen partisipasi pada  31 Agustus 2016.

Sementara untuk lelang reguler ada  South CPP (onshore Riau),  Suremana I (offshore Makassar Strait),  SE Mandar (offshore Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat). Kemudian North Arguni (onshore Papua Barat), Kasuri II (onshore Papua Barat), Manakarra Mamuju (offshore Makassar Strait), dan Oti (offshore Kalimantan Timur).

Jadwal penawaran reguler pertama, yakni proses akses  dokumen lelang dialkukan pada 15 Juni 2016-19 Oktober 2016. Kedua, proses forum klarifikasi pada 20 Juni 2016-19 Oktober 2016. Ketiga, pemasukan dokumen partisipasi pada 20 Oktober 2016.(Baca: Lelang Blok Migas 2016, Kontraktor Bisa Tawar Besaran Bagi Hasil)

Lelang blok migas tahun ini dibuat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Agar menarik, dalam lelang tahun ini pemerintah menerapkan skema baru yaitu "open bid split". Dengan skema ini, investor dapat mengajukan penawaran bonus tanda tangan dan bagi hasil (split).  

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait