Luhut Serahkan Perhitungan Cost Recovery Masela ke Menteri ESDM Baru

Inpex Corporation sudah meminta agar biaya yang sudah dikeluarkan selama studi offshore di Blok Masela diganti pemerintah. Nilainya sekitar US$ 1,2 miliar.
Anggita Rezki Amelia
8 September 2016, 18:34
Rig
Katadata

Hingga saat ini pemerintah belum memutuskan penggantian biaya studi pengembangan Blok Masela yang dilakukan oleh Inpex Corporation. Studi ini terkait pengembangan blok migas ini menggunakan skema laut (offshore) yang telah ditolak pemerintah.

Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah masih mengkaji keputusan tersebut. Makanya dia belum  belum bisa memutuskan hal ini.

Dia menyerahkan keputusan tersebut pada Menteri ESDM definitif yang akan diangkat Presiden Joko Widodo. “Itu biar nanti menteri baru yang memutuskan," kata dia di Hotel Sahid Jakarta, Kamis (8/9).

Luhut mengaku Inpex sudah meminta agar biaya yang sudah dikeluarkan selama studi offshore di Blok Masela diganti pemerintah. Total nilai yang diajukan Inpex untuk studi tersebut mencapai US$ 1,2 miliar. (Baca: Pemerintah Kaji Pengembalian Biaya Studi Offshore Inpex di Masela)

Advertisement

Menurutnya pemerintah juga tidak mau serta merta mengabulkan permintaan Inpex tersebut. Ada beberapa syarat dan pertimbangan yang diajukan pemerintah sebelum mengambil keputusan untuk mengganti biaya itu.

Salah satu syaratnya, Luhut meminta Inpex untuk memakai konten lokal dan fabrikasi di dalam negeri dalam pengembangan proyek Blok Masela. "Mereka setuju," ujar Luhut. (Baca: Luhut Dorong Proyek Masela Gunakan Produk Pipa Dalam Negeri)

Sementara itu Juru bicara Inpex Corporation Usman Slamet mengatakan, dalam konteks komponen dan jasa dalam negeri, sudah sewajarnya mengoptimalkan produk dan jasa yang ada di Indonesia. “Saya rasa itu hal yang sepatutnya,” kata dia kepada Katadata, Kamis (8/9).

Usman mengaku saat ini Inpex masih terus membahas pengembangan Blok Masela secara intensif dengan Kementerian ESDM dan SKK Migas. “Agar proyek lapangan gas Abadi dapat segera berjalan,” kata dia.

Sejauh ini, kata dia, semangat pemerintah dengan Inpex sama. Kesamaannya adalah bagaimana proyek ini bisa cepat dilakukan dan memberikan manfaat sebesar besarnya bagi Indonesia. (Baca: Pemerintah Diminta Utamakan Efek Berantai di Blok Masela)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait