Pertagas Teken Jual-Beli Gas ONWJ dan Pengangkutan Gas Husky

Kerjasama ini bagian dari pengembangan portofolio bisnis Pertagas, terutama di bidang niaga dan tranportasi gas.
Anggita Rezki Amelia
30 Agustus 2016, 18:35
Pekerja gas (Pertagas)
Katadata | Arief Kamaludin

PT Pertamina Gas (Pertagas) menandatangani dua perjanjian terkait bisnis gas, Selasa (30/8) ini. Pertama, Perjanjian Pengangkutan Gas (PPG) antara Pertagas dengan PT Parna Raya dan PT Inti Alasindo. Kedua, Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Pertagas Niaga dengan PHE Offshore North West Java (ONWJ), EMP ONWJ Ltd, KUFPEC Indonesia (ONWJ) B.V. selaku pengelola Blok ONWJ.

Direktur Gas dan EBT PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani mengatakan perjanjian bisnis gas yang dibuat Pertagas selaku anak usaha Pertamina tersebut dalam upaya penyediaan energi bagi industri strategis dan ketenagalistrikan nasional. “Ini kontribusi positif bagi kesuksesan program-program pemerintah di sektor energi," kata dia di sela-sela acara IndoPIPE 2016 Conference & Exhibition di Jakarta, Selasa (30/8).

(Baca: Terkendala Harga, Gas Tiung Biru di Blok Cepu Belum Laku)

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Pertagas Hendra Jaya mengatakan, kerjasama ini bagian dari pengembangan portofolio bisnis Pertagas terutama di bidang niaga dan tranportasi gas. Selain untuk keberlanjutan usaha Pertamina, kerjasama itu dinantikan karena berdampak positif bagi perekonomian nasional.

Secara lebih rinci, perjanjian pengangkutan gas oleh Pertagas dengan Parna Raya dan Inti Alasindo masing-masing 40 mmscfd. Sumber pasokan gasnya dari Husky – CNOOC Madura Limited (HCML). 

Gas akan disalurkan dari Lapangan BD ke Onshore Receiving Facilities (ORF) Kraton milik HCML. Selanjutnya, disambung (tie in) ke pipa transmisi gas open access Porong-Grati. Penyambungan ini melalui pipa transmisi open access Semare sepanjang 12 kilometer yang akan dibangun Pertagas dan direncanakan mulai beroperasi kuartal I tahun depan. (Baca: Pemerintah Prioritaskan Pengguna Komponen Lokal Menang Tender Migas)

Gas itu untuk pembangkit listrik milik Indonesia Power (IP) di Grati, Kabupaten Pasuruan. Kerjasama ini adalah bagian dari program pembangkit listrik 35.000 MW yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. 

Gas milik Parna Raya digunakan seluruhnya untuk IP Grati, sedangkan gas milik Inti Alasindo sebagian akan digunakan  untuk kebutuhan industri di Jawa Timur. Penyaluran ini memanfaatkan pipa Pertagas yang sudah ada jalur Porong – Gresik, selain nantinya memanfaatkan pipa Porong- Grati.

Di sisi lain, Pertagas Niaga, anak usaha Pertagas, juga meneken kerjasama PJBG dengan PHE ONWJ, EMP ONWJ Ltd, dan KUFPEC Indonesia (ONWJ) B.V. Jumlah kontrak yang diperjanjikan sebesar 1,24 TBTU (Trillion British Thermal Unit) dengan jumlah penyerahan harian 3 BBTUD pada tahun 2016 dan 8 BBTUD pada 2017. 

Gas dikirim melalui Onshore Receiving Facility (ORF) Cilamaya dan pipa eksisting milik Pertagas di Jawa Barat. Gas ini untuk mendukung kegiatan industri di wilayah Jawa Barat seperti keramik, kaca, pabrik otomotif, pabrik alat berat, pabrik bahan material bangunan dan pabrik makanan. (Baca: Turunkan Harga, SKK Migas Diminta Tinjau Ulang Biaya Hulu Gas)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait