Proyek Gas MDA-MBH di Blok Madura Bisa Produksi Akhir 2018

Seluruh produksi gas bumi sekitar 120 juta standar kaki kubik per hari selama 11 tahun itu akan disalurkan kepada pembeli domestik.
Arnold Sirait
10 Agustus 2016, 10:26
Rig Minyak
Katadata

Proyek Lapangan Gas MDA-MBH di Blok Madura Strait ditargetkan bakal rampung pada akhir 2018. Selanjutnya, lapangan di blok yang dioperatori oleh Husky CNOOC Madura Limited (HCML) ini akan memproduksi gas bumi sekitar 120 juta standar kaki kubik per hari selama kurang lebih 11 tahun.

Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Muliawan mengatakan, seluruh gas tersebut akan disalurkan kepada pembeli domestik. Rinciannya, PT Petrokimia Gresik sebanyak 85 juta kaki kubik per hari, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar 30 juta kaki kubik per hari, dan PT Pertamina Gas 5 juta kaki kubik per hari. (Baca: Serapan Gas untuk Domestik Masih di Bawah Nilai Kontrak)

Langkah ini sesuai dengan program pemerintah yang mengutamakan pasokan gas untuk dalam negeri terlebih dahulu. "Dengan mengutamakan gas untuk dalam negeri, secara tidak langsung akan membantu menggerakkan dan meningkatkan laju ekonomi khususnya bagi industri-industri yang ada di daerah," kata Muliawan berdasarkan penjelasan tertulisnya, Selasa malam (9/8).

Acara pemotongan pipa pertama untuk anjungan proyek MDA-MBH sudah dilakukan di Cilegon, Banten, Selasa (9/8) lalu. Muliawan turut hadir dalam acara tersebut. Selain itu, General Manager HCML, Huang Chunlin, Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk Bobby Gafur Umar, dan Vice President Offshore PT Timas Suplindo, Tiopan. (Baca: Proyek Pipa Gresik Semarang Terancam Tak Dapat Pasokan Gas)

Pemotongan pipa pertama ini merupakan simbol dimulainya pekerjaan konstruksi  pembangunan wellhead platform atau anjungan yang nantinya ditempatkan di Selat Madura. Dengan kedalaman laut sekitar 80 meter (m) di lapangan MBH dan kurang lebih 100m di lapangan MDA.

Pembangunan wellhead platform (anjungan) proyek ini dikerjakan oleh perusahaan lokal, yakni Konsorsium Timas Suplindo dan Bakrie Construction. Masa waktu pengerjaannya sekitar 17 bulan, dimulai dari detail engineering sampai dengan pemasangan di lepas pantai.

SKK Migas memang berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas nasional agar perusahaan-perusahaan nasional dapat tumbuh dan berkembang di industri hulu migas. "Namun, perusahaan nasional harus efisien agar dapat kompetitif," ujar dia. (Baca: Tingkatkan Kandungan Lokal Industri Migas, Tender Bisa Dihapus)

Di sisi lain, pengembangan lapangan gas MDA-MBH itu adalah lapangan kedua yang sudah disetujui rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) oleh SKK Migas setelah Lapangan BD. "Ada tujuh sumur produksi yang dikembangkan di Lapangan MDA-MBH," kata General Manager HCML Huang Chunlin.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait