Arcandra Tunjuk Staf Khusus Menteri ESDM Pekan Ini

Staf Khusus Menteri ESDM kemungkinan akan ditempati oleh dua orang teman Arcandra saat di Amerika dan bekas pejabat Freeport Indonesia.
Arnold Sirait
3 Agustus 2016, 13:35
Menteri ESDM Arcandra
Arief Kamaludin | Katadata

Setelah sepekan menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mulai menyusun tim untuk membantu pekerjaannya. Rencananya, dia akan menunjuk paling banyak tiga staf khusus pada pekan ini.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji mengatakan, surat keputusan pengangkatan Staf Khusus Menteri ESDM sedang disiapkan. “Kemungkinan pekan ini akan keluar,” kata dia kepada Katadata, Selasa (2/8).

Tapi, dia masih merahasiakan para kandidat yang akan menduduki posisi tersebut. Sedangkan berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata, dua orang yang berpeluang besar menduduki posisi itu adalah teman Arcandra waktu berkarier di Amerika Serikat, yakni Jaffe Suardin dan Prahoro Nurtjahyo. (Baca: Jadi Menteri ESDM, Arcandra Dibantu Dua Teman dari Amerika)

Arcandra juga sudah mengirimkan sinyal tersebut saat acara ramah-tamah dengan para wartawan, Jumat (29/7) pekan lalu. Jaffe dan Prahoro yang turut hadir dalam acara itu, disebut Arcandra sebagai dua orang yang akan membantu pekerjaannya.  "Jadi sumber daya manusia yang ada di luar (negeri) kalau bisa kami manfaatkan untuk membangun Indonesia," katanya.

Prahoro memiliki latar belakang pendidikan yang sama dengan Arcandra, yakni  Doctor of Philosophy (Ph.D) Ocean Engineering Universitas Texas A&M. Ia juga menjabat sebagai Wakil Presiden Petroneering sejak November 2013, yang presidennya adalah Arcandra.

Sebelum bergabung di Petroneering, Prahoro juga berkarier sebagai Principal Lead Engineer di SBM Offshore Houston sejak 2006 hingga 2013. Pernah juga menjadi Staff Specialist di Technip selama dua tahun sejak 2004. Ia pun pernah menjadi Analysis Engineer di Mc Dermott Internasional Inc pada Februari 2003 hingga Desember 2004. Sedangkan awal kariernya sebagai peneliti di PT Dirgantara Indonesia sejak Maret 1994 hingga Juni 1996.

Prahoro memiliki keahlian dalam bidang FPSO, pengeboran lepas pantai (Offshore Drilling), pemipaan (Pipelines), Minyak dan gas bumi, Teknik Proyek (Project Engineering), EPC, Subsea Engineering, Upstream, FEED dan Onshore. Selain itu, keahlian Engineering, Fluid Dynamics, CFD, LNG, Engineering Design, Floating Production, dan Single Point Mooring. (Baca: Era Sudah Berubah, Menteri Arcandra Fokus Revisi UU Migas)

Sementara Jaffe memiliki latar belakang pendidikan Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung sejak 1996 hingga 2002. Lalu, mengambil program magister di Universitas Texas A&M, jurusan Chemical Engineering- Process Safety Engineering.

Dia pernah bekerja sebagai Technical HSE Engineer di Shell Internasional Exploration and Production sejak Agustus 2008. Jaffee memiliki keahlian Upstream, Petroleum, HAZOP, Process Safety, Chemical Engineering, Occupational Health, Gas, Aspen HYSYS, Oil/Gas, FEED. Ada juga keahlian Petrochemical, Process Simulation, Energy.

Selain Prahoro dan Jaffe, kandidat lain staf khusus adalah Yuni Rusdinar yang merupakan Wakil Deputi I Kantor Staf Kepresidenan. Sebelumnya, dia pernah menjabat Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia. (Baca: Menteri ESDM Akan Jamin Kepastian Hukum Bagi Freeport)

Jabatan staf khusus ini diatur oleh Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015. Pepres ini juga menyebutkan di lingkungan Kementerian atau Kementerian Koordinator dapat diangkat paling banyak tiga orang staf khusus menteri yang selanjutnya disebut Staf Khusus.

Berdasarkan Perpres ini, staf khusus dapat berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), juga non-PNS. Masa tugas staf khusus paling lama sama dengan masa jabatan menteri yang bersangkutan.

Pengangkatan staf khusus ditetapkan dengan Keputusan Menteri atau Menteri Koordinator. Hak keuangan dan fasilitas lainnya bagi Staf Khusus diberikan paling tinggi setara dengan Jabatan Struktural Eselon I.b

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait