Pertamina Akan Kuasai Blok Migas di Iran Bulan Depan

Anggita Rezki Amelia
27 Juni 2016, 17:55
Pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Pertamina segera memiliki blok minyak dan gas bumi di Iran. Hal ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan pemerintah Iran di Bogor, Jawa Barat akhir Februari lalu.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan Pertamina masih membahas kerja sama dengan Iran di sektor hulu migas. Pembahasan ini dilakukan setelah ada pertemuan antara pemerintah Indonesia dan Iran.

Pemerintah, kata dia, menyambut baik jika Pertamina bisa menggarap ladang minyak dan gas bumi di Negeri Para Mullah tersebut. Apalagi potensi migas d sana masih sangat besar. (Baca: Iran Tawarkan 29 Blok Minyak ke Indonesia).

Tapi Wirat tidak mau menyebut blok migas mana yang akan dikelola Pertamina. Alasannya hal tersebut merupakan aksi korporasi sehingga yang berhak untuk mengumumkannya adalah Pertamina. “Sebelum lebaran rencana tandatangan kontrak,” kata dia di Gedung Kementerian Energi, Jakarta, Senin, 27 Juni 2016.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro juga masih enggan mengatakan blok mana yang akan dikelola Pertamina. Saat ini perusahaannya masih melakukan tahap finalisasi untuk mendapatkan blok tersebut.  “Kami berharap ada Memorandum of Understanding pada pertengahan Juli,” ujar dia.

Perusahaan energi milik negara (BUMN) ini sedang membidik dua blok migas di Iran yang sedang dilelang. Saat berkunjung ke Iran pada 31 Mei 2016 lalu, pemerintah berharap Pertamina memperoleh prioritas untuk berpartisipasi dalam operasi ladang migas tersebut. (Baca: Pertamina Bidik Dua Blok Migas di Iran).

Menteri Energi Sudirman mengatakan saat ini kerja samanya masih dalam tahap pembahasan. “Sifatnya high level. Pertamina dan Badan Usaha Milik Negara dari Iran bisa duduk sama-sama  untuk mematangkan kerjasama itu,” ujar dia.

Selain mengelola blok migas, nantinya ada beberapa kerja sama lainnya. Salah satunya adalah mengenai jual beli minyak mentah. Saat ini Pertamina juga sudah mengidentifikasi bahwa minyak dari Iran sudah sesuai untuk kebutuhannya. (Baca: Pemerintah Bahas Lima Peluang Investasi Migas dengan Iran).

Tidak hanya itu, Iran bahkan menyatakan kesiapannya untuk memasok minyak mentah ke kilang swasta di Situbondo. Kilang ini memiliki kapasitas 150.000 barel per hari (bph). Nilai investasinya mencapai US$ 5 miliar. Saat ini prosesnya sedang menyelesaikan uji tuntas untuk pembeli minyak hasil olahan kilang tersebut oleh Pertamina dan izin pengolahan dengan Kementerian ESDM.  

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait