Menteri ESDM Hormati Total Jika Tak Gabung di Blok Mahakam

Anggita Rezki Amelia
21 Juni 2016, 11:56
No image
Menteri ESDM Sudirman Said

Pemerintah tidak mau terlalu tergesa-gesa meminta Total E&P Indonesia memutuskan untuk ikut mengelola Blok Mahakam atau tidak pada 2018. Bahkan, jika perusahaan asal Perancis itu menyatakan tidak bekerja sama dengan Pertamina setelah kontrak blok migas tersebut berakhir, pemerintah akan tetap menghormatinya.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan yang terpenting saat ini adalah menyiapkan proses alih kelola blok Mahakam ke Pertamina, agar berjalan baik. "Saya sih tidak terlalu buru-buru menyuruh mereka (Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation) memutuskan. Karena yang penting adalah Pertamina betul-betul siap," ujarnya di Gedung ESDM Jakarta, Senin (20/6). (Baca: Juni, Tenggat Waktu Total Tentukan Sikap di Blok Mahakam)

Menurut Sudirman, proses alih kelola Blok Mahakam dan keputusan Total untuk masuk Blok Mahakam pada kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) baru 2018, merupakan dua hal yang berbeda. Jika nantinya Total tidak melanjutkan kontrak di Blok Mahakam, Total wajib untuk menyelesaikan alih kelola Blok Mahakam dengan baik. 

"Waktu kami putuskan sebenarnya sudah siap dengan berbagai kemungkinan. Termasuk kami hormati kalau mereka tidak ikut," kata dia. 

Pemerintah sudah memutuskan setelah kontrak berakhir di 2017, pengelolaan Blok Mahakam 100 persen akan diserahkan kepada PT Pertamina (Persero). Pertamina dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga sudah menandatangani PSC yang baru, pada akhir tahun lalu. (Baca: Total Belum Tentu Setuju Dapat 30 Persen Blok Mahakam)

Meski memiliki hak pengelolaan penuh terhadap blok tersebut, pemerintah juga mengizinkan Pertamina menggandeng Total dan Inpex Corporation sebagai mitra. Alasannya dua perusahaan migas ini sudah berpengalaman mengelola blok di Kalimantan Timur. Tapi, kepemilikan Total dan Inpex di Blok Mahakam dibatasi maksimal 30 persen saham. 

Untuk mempersiapkan alih kelola tersebut, Pertamina kini tengah menyiapkan program kerja dan rencana anggaran (Work Program and Budgeting/WP&B) untuk tahun 2017 dan 2018. Dalam hal ini Pertamina membiayai program tersebut sebagai program akselerasi pengelolaan Blok Mahakam. 

Hal ini juga diakui oleh Vice President Corporate Communication HR and Finance Total E&P Indonesie Arividya Noviyanto. "Kalau alih kelola ya harus banyak yang bersama. Kalau bukan bersama bukan alih kelola namanya," kata dia pekan lalu. (Baca: Menteri ESDM: Inpex Akan Terima Berapapun Jatahnya di Blok Mahakam)

Diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja menyatakan, Total dan Inpex Corporation masih membahas rencana pengelolaan Blok Mahakam dengan Pertamina saat masa kontraknya habis tahun 2017 mendatang. “Total dan Inpex minta waktu sampai Juni untuk memutuskan akan masuk atau tidak,” katanya beberapa waktu lalu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait