Masuk OPEC, Widhyawan Lepas Kepala Unit Pengendalian Kinerja ESDM

Arnold Sirait
8 Juni 2016, 13:26
Widhyawan Prawiraatmadja
Arief Kamaludin|KATADATA
Widhyawan Prawiraatmadja

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan perombakan jabatan dan struktur organisasi. Yang terbaru, Menteri ESDM Sudirman Said mengganti Kepala Unit Pengendalian Kinerja (UPK) Widhyawan Prawiraatmadja.

Widhyawan digantikan oleh Hanief Arie sebagai Kepala UPK. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko, Widhyawan yang akrab dipanggil Wawan akan mendapatkan tugas baru. “Wawan dapat tugas untuk hal-hal yang terkait kerja sama luar negeri dan Gubernur Indonesia untuk OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries),” kata dia kepada Katadata, Rabu (8/6). (Baca: Empat Keuntungan Indonesia Kembali Masuk OPEC)

Sejak memutuskan bergabung kembali ke organisasi negara-negara pengekspor minyak dan gas bumi tersebut akhir tahun lalu, Indonesia memang menunjuk Widhyawan sebagai Gubernur OPEC untuk Indonesia. Ia memangku jabatan tersebut selama dua tahun ke depan.

Unit Pengendalian Kinerja merupakan unit baru di lingungan Kementerian ESDM, yang dibentuk oleh Sudirman seminggu setelah dia dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Pembentukan unit ini sesuai dengan dengan arahan Presiden kepada para menteri untuk melakukan percepatan reformasi birokrasi. Unit Pengendalian Kinerja berperan sebagai mitra kerja para Direktur Jenderal, Sekretaris Jenderal, dan Inspektur Jenderal di lingkungan Kementerian ESDM.

Sebelumnya, perombakan struktur organisasi di Kementerian ESDM juga dilakukan dengan membuat direkotrat baru khusus infrastruktur. Yakni Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas dan Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi. Tujuannya mempercepat pembangunan infrastruktur. (Baca: Kementerian ESDM Bentuk Dua Direktorat Khusus Infrastruktur)

Selain itu ada juga Direktorat Penerimaan Mineral dan Batubara yang baru terbentuk. Sementara Inspektorat Jenderal juga punya divisi baru yakni Inspektorat V. Tugasnya melaksanakan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri ESDM, pengawasan lainnya, dan kegiatan pengendalian, pencegahan, dan pemberantasan terhadap tindak pidana korupsi serta penyusunan laporan hasil pengawasan

Tidak hanya itu, Kementerian ESDM juga merotasi dan mengganti sejumlah pejabat eselon dua. Adapun posisi yang dilelang yakni Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana, Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, serta Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi.

Lelang ini sudah dimulai sejak 20 Mei lalu. Lelang tersebut juga sudah melewati tahapan wawancara rekam jejak, yang berlangsun 3 Juni hingga 7 Juni. Sedangkan peserta yang dianggap layak dan memenuhi syarat untuk menempati posisi tersebut akan diumumkan pada 9 Juni nanti. (Baca: Lelang Jabatan, Kementerian ESDM Akan Rotasi Direktur Hulu Migas)

Hingga tahap wawancara ada 19 nama yang berhasil lolos. Nama-nama peserta yang lolos adalah Alimuddin Baso, Aries Setyarto, Bambang Priandoko, Bambang Priyambodo, Benhur, Eddy Hindiarto Judoadi, Hadijah, Hendra Iswahyudi, Henk Subekti, I Gusti Suarnaya Sidemen, dan Luh Nyoman Puspa Dewi. Kemudian M.P. Dwi Nugroho, Mochamad Wachyudi, Muhammad Abduh, Patuan Alfon, Sugeng Mujiyanto, Upik Jamil, Wakhid Hasyim, dan Yunan Muzaffar.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait