Pasokan Gas Terhenti, PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Aceh

Berhentinya PLTMG Arun ini membuat Aceh kekurangan daya sebesar 105 megawatt (MW).
Arnold Sirait
Oleh Arnold Sirait
10 Mei 2016, 20:40
Pembangkit Listrik Tenaga Air, Kracak, Bogor
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melakukan pemadaman listrik secara bergilir untuk wilayah Aceh. Hal ini disebabkan berhentinya pasokan gas dari fasilitas regasifikasi milik Pertamina ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun.

Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi mengatakan tidak adanya pasokan tersebut menyebabkan pembangkit listrik tenaga gas PLTMG Arun tidak dapat beroperasi untuk memasok listrik ke wilayah Aceh. “Ini menjadikan daya pasok listrik untuk Aceh berkurang sehingga PLN terpaksa menjalankan pengaturan beban dengan cara melakukan pemadaman bergilir di wilayah Aceh,” kata dia berdasarkan keterangan resminya Selasa (10/4). (Baca: Kemudahan Mendapatkan Listrik Indonesia Terus Membaik)

Berhenti beroperasinya PLTMG Arun ini membuat Aceh kekurangan daya sebesar 105 megawatt (MW). Hampir setengah dari beban puncak pemakaian listrik di Aceh saat ini yang mencapai 337 MW. Selain PLTMG Arun, listrik di Aceh juga dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap Nagan Raya sebesar 56,2 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Leung Bata sebesar 20 MW, dan pasokan dari sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara sebesar 162 MW.

Agung mengatakan terhentinya pasokan gas Pertamina ke PLTMG Arun disebabkan adanya gangguan pada mesin milik PT Perta Arun Gas (PAG) sejak Minggu lalu. Hingga saat ini pihak Pertamina masih dilakukan perbaikan pada mesin tersebut. "Kami berharap perbaikan instalasi gas punya Pertamina selesai secepatnya, sehingga PLTMG Arun bisa beroperasi normal kembali," ujar dia. (Baca: Kebut Proyek Pembangkit 35 GW, PLN Siap Bangun PLTU Lontar 4)

Manajemen Pertamina juga membenarkan adanya kerusakan dalam instalasi gas tersebut dan masih dilakukan perbaikan. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan fasilitas regasifikasi Arun beroperasi dengan dukungan dua pembangkit, yaitu PG-900 1E dengan daya 8,6 MW dan PG-900 1A berdaya 8,2 MW.

Pada 8 Mei 2016, sekitar pukul 21.05 WIB, salah satu pembangkit yang dijalankan, yaitu PG-900 1E mengalami kerusakan. Masalahnya kerusakan ini berdampak lanjutan pada pembangkit lainnya. Efek lanjutan ini  karena PG-900 1A tidak mampu menahan beban sebesar 6,2 megawatt secara tiba-tiba.

Perta Arun Gas pun langsung melakukan upaya pemulihan (recovery), dengan mengaktifkan pembangkit darurat PE- 9002 dan PG 900 1B. Namun, upaya ini belum bisa dilakukan dengan cepat. Saat ini, kata Wianda, proses recovery masih terus dijalankan dan diharapkan fasilitas segera beroperasi kembali. (Baca: Dorong Energi Terbarukan, PLN Mulai Beli Listrik dari Biogas)

"Kami terus melakukan upaya terbaik untuk proses perbaikan dan berkoordinasi dengan konsumen, dalam hal ini PLN. Tentu saja diharapkan fasilitas segera beroperasi dan pasokan kembali normal. Kami mohon maaf apabila kondisi ini menyebabkan gangguan bagi masyarakat," ujarnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait