Kembalikan Blok South Sageri, Total Siap Bayar Penalti

Pengembalian Blok South Sageri menambah panjang daftar blok migas yang dikembalikan Total kepada pemerintah. Sebelumnya delapan blok migas telah dikembalikan.
Anggita Rezki Amelia
26 April 2016, 13:12
Unit pengolahan gas alam cair Blok Tangguh
Katadata

Total E&P Indonesie akhirnya memutuskan mengembalikan Blok South Sageri. Alasannya, blok minyak dan gas bumi (migas) yang berada di cekungan bagian selatan Selat Makassar tersebut sudah tidak ekonomis lagi.

Vice President Corporate Communication HR and Finance Total E&P Indonesie Arividya Noviyanto mengatakan, Total lebih memilih mengembalikan Blok South Sageri kepada pemerintah ketimbang merugi. “Prospeknya ternyata tidak cukup menjanjikan dilakukan aktivitas lebih lanjut,” kata dia saat berbincang dengan para wartawan di kantor Total, Jakarta, Senin (25/6). Saat ini, proses pengembalian blok itu sudah di tangan SKK Migas untuk kemudian dilanjutkan ke Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Sebelum menyerahkan ke pemerintah, perusahaan migas asal Perancis ini memang sudah menghentikan kegiatan eksplorasi di Blok South Sageri sejak tahun lalu. Sementara kegiatan eksplorasi sudah dimulai sejak empat tahun lalu. Selama eksplorasi, Total sudah mengebor tiga sumur. Namun, menurut Novi, hasil yang diperolehnya tetap belum ekonomis. Apalagi harga minyak dunia saat ini masih rendah. (Baca: Total Hentikan Eksplorasi Blok South Sageri)

Novi mengatakan, Total memang memiliki risiko ketika mengembalikan blok tersebut kepada pemerintah. Apalagi komitmen yang harus dilaksanakan oleh Total belum semuanya terpenuhi meskipun sudah mengebor tiga sumur.  “Akan ada penalti yang dibayar. Tahun ini akan diselesaikan,” ujar dia.

Advertisement

Total sebenarnya tidak sendirian mengelola Blok South Sageri. Di blok itu, Total awalnya hanya mengempit hak kelola sebagai operator sebesar 35 persen. Tapi, sejak 2012 Total membeli 10 persen hak pengelolaan dari PTTEP asal Thailand. Saat ini PTTEP hanya memiliki 20 persen hak kelola Blok South Sageri. Sisanya dimiliki oleh Talisman Energi asal Australia sebesar 35 persen.

Pengembalian Blok South Sageri menambah panjang daftar blok migas yang sudah dikembalikan Total. Sebelumnya, Total mengembalikan delapan blok migas, yaitu: Southeast Mahakam, Kutai Timur, Kutai II (gas metana batubara /CBM), Sadang, Sageri, Amborip VI, Arafura Sea, dan Southwest Birdhead Papua. (Baca: Total E&P Kembalikan 8 Blok Migas Kepada Pemerintah)

Kini, Total hanya mengelola enam blok migas di Indonesia. Keenam blok migas tersebut adalah Blok Tengah, Blok Telen, South Mandar, Blok Sebuku, Blok Bengkulu I Mentawai dan Blok Mahakam. Akhir tahun 2017 nanti, setelah masa kontraknya habis, Blok Mahakam akan diserahkan kepada PT Pertamina (Persero). Meski diserahkan ke Pertamina, Total dan Inpex Corporation sebenarnya juga diberi kesempatan ikut mengelola blok tersebut. Tapi, kedua kontraktor asing ini hanya bisa memiliki hak pengelolaan maksimal 30 persen. (Baca: Total Minta Kelonggaran Waktu Putuskan Blok Mahakam)

Sementara Blok Tengah juga akan habis masa kontraknya pada 2018. Setelah kontraknya habis, Total juga akan mengembalikan blok itu kepada pemerintah. Menurut Novi, blok tersebut nantinya akan dikelola oleh Pertamina. Sebab, lokasi Blok Tengah inisudah terunitisasi dengan lapangan Sisi Nubi di Blok Mahakam yang memang akanm dikelola oleh Pertamina mulai 2018. "Meskipun habisnya baru Oktober 2018, kami akan serahkan ke Pertamina," ujar dia.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait