Inpex: Terlalu Dini Bicara Pertamina Masuk Blok Masela

Saat ini Inpex masih fokus mengkaji surat keputusan pemerintah mengenai pengembangan Blok Masela dengan skema darat.
Anggita Rezki Amelia
18 April 2016, 20:01
Rig Migas Lepas Pantai Pertamina Hulu Energi
Katadata

Keinginan PT Pertamina (Persero) untuk memiliki participating interest (PI) atau hak pengelolaan di Blok Masela tampaknya tidak akan terpenuhi dalam waktu dekat. Sampai sekarang Inpex Corporation selaku operator blok tersebut belum membuka diri untuk membicarakan mengenai pembagian hak pengelolaan dengan Pertamina.

Senior Manager Communication and Relation Inpex Corporation Usman Slamet mengatakan Pertamina boleh saja ikut memiliki hak pengelolaan di Blok Masela. Hanya saja, saat ini Inpex menilai pembicaraan tersebut masih terlalu dini. “Bukannya belum boleh masuk. Tapi terlalu pagi untuk bicara ini secara detail,” kata dia kepada Katadata, Senin (18/4). (Baca: Rizal Ramli: Banyak yang Antre Kalau Inpex Kabur dari Masela)

Inpex tidak ingin membicarakan hal tersebut, karena kata Usman, saat ini perusahaannya masih fokus dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pengembangan Blok Masela dengan skema darat. Setelah mendapat keputusan dari pemerintah, Inpex langsung menindaklanjutinya dan mengkaji keputusan tersebut.

Inpex mendapatkan surat pemberitahuan dari pemerintah mengenai Blok Masela pada Senin, 4 April lalu. Surat itu berisi permintaan pemerintah agar Inpex memperbaiki proposal rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) blok kaya gas di Laut Arafura, Maluku tersebut. Dalam revisi proposal PoD ini, Inpex harus menyusun rencana pengembangan Blok Masela dengan menggunakan skema kilang pengolahan di darat.

Advertisement

Surat itu merupakan jawaban pemerintah yang sempat tertunda atas proposal yang dikirimkan Inpex kepada pemerintah sejak 3 September tahun lalu. Meski berbeda dengan yang diajukan, Inpex mengaku menerima keputusan pemerintah. Saat itu, Inpex mengajukan proposal rencana penambahan kapasitas kilang terapung atau Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) dari 2,5 juta ton per tahun menjadi 7,5 juta ton per tahun. Alasannya, cadangan yang ada di blok tersebut meningkat dari 6,9  triliun kaki kubik (tcf) menjadi 10,73 tcf. (Baca: Pertamina Dapat Izin Mengakses Ruang Data Blok Masela)

Usman mengatakan ada dua hal yang saat ini dipelajari oleh Inpex. Pertama memahami kondisi proyek agar bisa siap investasi terkait perubahan skema pengembangan gasnya. Kedua, mengenai aspek keuangannya. Masalahnya, lahan untuk membangun kilang gas dari Blok Masela sampai saat ini belum ditentukan. “Kalau itu semua sudah diselesaikan baru kami bicara dengan Pertamina secara detail dalam kerangka business to business," ujarnya.

Manajemen Pertamina mengaku sampai saat ini masih berminat untuk mendapatkan hak pengelolaan Blok Masela. Pertamina menginginkan 20 persen hak pengelolaan tersebut jatuh ke tangannya. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Inpex. “Fokus utamanya pada persiapan pengerjaan di 2018. Untuk data room akan difasilitasi via Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas),” ujarnya kepada Katadata, Senin (18/4).

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menyatakan pihaknya sudah mempertemukan Inpex Corporation dengan Pertamina pada bulan lalu. Pertemuan ini “sebagai awal pembicaraan apabila Pertamina masuk ke Blok Masela,” ujarnya. (Baca: Tak Akan Hengkang, Inpex Disebut Minta Insentif di Blok Masela)

Dalam pertemuan tersebut, kata Amien, ada dua hal yang dibicarakan. Pertama, perkenalan dari kedua belah pihak. Lalu, mereka menunjuk penanggung jawab dalam proses negosiasi. Kedua, membicarakan kemungkinan kerjasama yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Di satu sisi, Pertamina berminat mendapatkan hak pengelolaan Blok Masela. Di sisi lain, Inpex membutuhkan pembeli gas dari dalam negeri.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait