RUPS PGN, Iman Sugema Terpental dari Komisaris Utama

Dividen yang dibagikan tahun ini melejit hingga Rp 2,21 triliun.
Miftah Ardhian
8 April 2016, 22:44
Stand PGN
Arief Kamaluddin | Katadata

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) merombak jajaran direksi dan komisaris. Ini sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dilakukan hari ini. Dalam perombakan tersebut, ada beberapa nama yang terlempar dan beberapa masih bertahan. Direktur PGN M. Wahid Sutopo mengatakan untuk posisi Direktur Utama masih dijabat Hendi Prio Santoso. Sementara Komisaris Utama, Iman Sugema, yang menjabat sejak April 2015, harus rela meninggalkan kursi tersebut. "Rapat mengangkat Fajar Harry Sampurno sebagai Komisaris Utama," kata dia usai rapat di Jakarta, Jumat, 8 April 2016. (Baca: PGN Operasikan 76 Persen Jaringan Gas di Indonesia).

Selain Iman Sugema, M. Zamkhani juga tersingkir dari jajaran Komisaris. Dia digantikan oleh Kiswodarmawan. Sementara untuk direksi, beberapa nama juga sudah tidak lagi menjabat di PGN, seperti Direktur Pengusahaan Jobi Triananda Hadjim, Direktur Teknologi dan Pengembangan  Djoko Saputro, serta Direktur Keuangan M. Riza Pahlevi Tabrani.

Selain perombakan kepengurusan, RUPST tersebut juga mengagendakan pembagian dividen. Tahun ini, dividen yang dibagikan lebih besar dibandingkan 2015. Dalam RUPST 2015, jajaran pemegang saham PGN memutuskan pembagian dividen Rp 144,84 per saham. Tahun ini, nilai dividen yang dibagi melejit hingga Rp 2,21 triliun. Namun, jajaran direksi PGN masih belum bisa menyebutkan berapa besaran dividen yang diberikan jika dihitung per lembar saham. (Baca: Anak Usaha PGN Bidik Blok Gas di Amerika Serikat)

Berdasarkan laporan keuangan yang disepakati dalam RUPST, sepanjang 2015, PGN membukukan laba bersih US$ 401,19 juta atau sekitar Rp 5,53 triliun dengan rata-rata kurs Rp 13.795. Artinya, dividen yang dibagikan setara dengan 40 persen dari laba bersih. "Mekanisme pembayaran dan besaran dividen per lembar saham akan disampaikan secara resmi setelah ada perhitungan lebih lanjut,"‎ ujar Wahid.

Advertisement

Sepanjang tahun lalu, PGN mencatatkan pendapatan neto sebesar US$ 3,07 miliar. Laba operasi sebesar US$ 565,49 juta, dan EBITDA sebesar US$ 941,08 juta. Sementara itu, gas bumi yang disalurkan sebanyak 1.591 MMSCFD (juta kaki kubik per hari) yang terdiri dari  bisnis distribusi sebesar 802 MMSCFD dan bisnis transmisi sebesar 789 MMSCFD. (Baca: Fasilitas Gas FSRU Lampung Siap Dukung Megaproyek Listrik Jokowi)

Sampai 2015, PGN telah memasok gas bumi kepada lebih dari 107.690 rumah tangga, 1.857 usaha kecil, mal, restoran, hingga rumah makan, serta 1.529 industri skala besar dan pembangkit listrik. Pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua.

Susunan Baru Pejabat PGN

Dewan Komisaris
Komisaris Utama Independen : Fajar Harry Sampurno
Komisaris : Tirta Hidayat
Komisaris : Mohammad Ikhsan
Komisaris Independen : Kiswodarmawan
Komisaris : IGN Wiratmaja Puja
Komisaris Independen: Paiman Rahardjo

Dewan Direksi
Direktur Utama : Hendi Prio Santoso 
Direktur: M. Wahid Sutopo
Direktur: Dilo Seno Widagdo
Direktur: Hendi Kusnadi
Direktur: Nusantara Suyono
Direktur: Dani Praditya

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait