Teken Kontrak Konstruksi US$ 240 Juta, Medco Mulai Garap Blok A

Pengerjaan konstruksi fasilitas produksi gas ini diharapkan rampung akhir 2017. Dengan begitu, gas dari Blok A sudah bisa dijual pada kuartal pertama 2018.
Arnold Sirait
30 Maret 2016, 18:12
Medco Energi
Arief Kamaluddin | Katadata
Medco Energi

KATADATA -  PT Medco Energi Internasional Tbk bersiap mengembangkan proyek gas Blok A. Perusahaan milik Arifin Panigoro ini telah memulai tahap awal proyek pengembangan blok gas di Aceh itu melalui pengikatan kerjasama dengan kontraktor penyedia jasa konstruksi.

Medco melalui anak usahanya, PT Medco E&P Malaka, menandatangani perjanjian kontrak rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC) dengan JEC, pada Rabu ini (30/3). JEC adalah konsorsium beranggotakan PT JGC Indonesia dan PT Encona Inti Industri. Selain proyek di Blok A, JGC telah menyelesaikan pengembangan Kilang LNG Donggi Senoro di Sulawesi Tengah pada 2015.

(Baca: Hengkang dari Indonesia, Semua Aset Lundin Diborong Medco)

CEO Medco Energi Roberto Lorato mengatakan, nilai kontrak yang ditandatangani dengan JEC untuk menggarap proyek gas Blok A mencapai US$ 240 juta atau sekitar Rp 3,17 miliar. “Penandatanganan ini merupakan fase pertama dari rencana pengembangan dan monetisasi cadangan Blok A,”  kata dia melalui siaran pers Medco.

Advertisement

Penunjukan JEC sebagai penggarap konstruksi proyek itu sebenarnya sudah sejak tahun lalu. JGC dan Encona mendapatkan kepercayaan itu tanpa melalui sistem lelang. Medco Energi melakukan penunjukan langsung karena beberapa kali gagal mendapatkan kontraktor melalui sistem lelang. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pun menyetujui skema tersebut. (Baca: Akuisisi Blok Lematang, Pendapatan Medco Bisa Bertambah Rp 375 Miliar)

Pekerjaan konstruksi fasilitas itu diharapkan rampung akhir 2017. Dengan begitu pada kuartal pertama 2018, gas dari blok itu sudah bisa dikomersialkan. Apalagi Medco Energi juga sudah memiliki calon pembeli yang siap menampung gas tersebut. “Ini akan memberikan kontribusi signifikan untuk pertumbuhan nasional dan mendukung rencana pemerintah dalam pengembangan infrastruktur di Provinsi Aceh,” ujar dia.

Medco Energi juga sudah meneken perjanjian jual-beli gas (PJBG) dengan PT Pertamina (Persero) pada Januari 2015. Pertamina akan mendapatkan pasokan gas harian sebesar 58 BBTU per hari, dengan volume gas sebesar 198 Triliun BTU selama periode 13 tahun.  Gas ini juga nantinya untuk memenuhi kebutuhan gas domestik di Propinsi Aceh dan Sumatera Utara utamanya untuk pemenuhan kebutuhan pabrik pupuk dan industri lokal.

Jika mengacu situs resmi MedcoEnergi, PJBG tersebut akan memberikan pendapatan kepada pemerintah dan kontraktor yang memiliki hak pengelolaan di Blok A sebesar US$ 2 miliar. Pembagiannya kepada pemerintah sebesar US$ 492 juta, kontraktor sebesar US$ 209 juta dan biaya pengembalian investasi sebesar US$ 1,3 miliar. (Baca: Dikabarkan Mengakuisisi Newmont, Saham Medco Melejit 25 Persen)

Blok A sebenarnya tidak hanya dikelola oleh Medco Energi. Perusahaan migas swasta nasional ini hanya memiliki hak pengelolaan blok sebesar 41,67 persen. Medco juga menjadi operator di Blok ini. Hak pengelolaan lainnya dimiliki oleh KrisEnergy 41,66 persen, dan Japex 16,67 persen.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait