Fasilitas Utama Akan Rampung, Produksi Gas Pondok Makmur Bisa Naik

Fasilitas produksi utama ini memiliki kapasitas gas 42 juta kaki kubik (mmscfd) dan kondensat 4.000 barel minyak per hari (bopd)
Arnold Sirait
15 Maret 2016, 17:05
Blok Cepu
Katadata

KATADATA - Produksi gas dan kondensat dari lapangan Pondok Makmur di Bekasi, Jawa Barat, diperkirakan meingkat pada paruh kedua tahun ini. Peningkatan ini terjadi seiring dengan rampungnya proyek fasilitas produksi utama (central production facilities / CPF) pada lapangan tersebut.

Komisaris PT Pertamina EP Meidawati mengatakan fasilitas produksi utama tersebut akan selesai dan bisa beroperasi pada kuartal III tahun ini. Fasilitas produksi permanen ini memiliki kapasitas 42 juta kaki kubik gas per hari (mmscfd) dan 4.000 barel kondensat per hari. (Baca: 2016, Pertamina Pesimistis Produksi Migas di Luar Negeri Naik)

"Permanent Facility-nya memang baru akan selesai pada kuartal III 2016, walau secara produksi sudah sejak akhir 2014," ujarnya kepada Katadata, beberapa waktu lalu.

Saat ini Pertamina masih menggunakan fasilitas sementara atau early production facility (EPF) yang disewa dari pihak ketiga. Dengan fasilitas tersebut, Pertamina EP hanya bisa memproduksi gas sebanyak 37 mmscfd dan kondensat 200 barel per hari dari lapangan Pondok Makmur. Dia mengatakan setelah pembangunan fasilitas utama rampung, akan bisa langsung beroperasi dan produksi lapangan Pondok Makmur akan mulai naik.

Advertisement

Meski meningkat, produksinya tidak akan bisa langsung mencapai puncak (peak), sesuai dengan kapasitas CPF yang terbangun. Puncak produksi akan dicapai secara bertahap selama dua tahun, setelah itu produksinya akan kembali turun. Meidawati mengatakan pada 2019, produksi gasnya akan turun menjadi 25 mmscfd. Hal ini dilakukan untuk menjaga cadangan agar tidak rusak. Mengingat beberapa sumur di lapangan tersebut yang masih dalam status eksplorasi. 

Hasil produksi gas dari Pondok Makmur ini akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan pembeli domestik. Saat ini Pertamina EP memiliki beberapa kontrak lama yang sudah terikat perjanjian jual beli gas. Kontrak tersebut di antaranya PT PJB Muara Tawar sebanyak 20 mmscfd dan PT Pertamina Gas (Pertagas) 3,5 mmscfd. Gas ini akan dijadikan elpiji oleh Pertagas. Ada juga kerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bekasi 32 mmscfd dan PT Pertamina (Persero) 10 mmscfd. Sementara kondensat yang diproduksi Lapangan Pondok Makmur digunakan untuk kebutuhan Pertamina. (Baca: Chevron Jajaki Penjualan Gas Lapangan Bangka ke Pertamina)

Kontrak gas tersebut sebenarnya tidak hanya dipasok dari Lapangan Pondok Makmur. Ada beberapa lapangan juga seperti Lapangan Tambun, Pondok Tengah, serta Cikarang-Tegal Pacing yang merupakan wilayah kerja Pertamina EP. Jadwal operasi masing-masing wilayah tersebut berbeda-beda. Lapangan Cikarang-Tegal Pacing akan beroperasi 14  Maret 2017 dengan kapasitas 14 mmscfd. 

Deputi Bidang Operasi SKK Migas Muliawan mengatakan Pertamina memang sudah menyampaikan jika fasilitas produksi utama akan beroperasi dalam waktu dekat. Tapi, jika memang ada beberapa kendala proyek tersebut bisa saja mundur. "Pertamina EP bilang ke saya, dia menargetkan ke timnya selesai akhir Mei. Saya bilang sekitar Juni saja kalau mepet-mepetnya," ujar Muliawan kepada Katadata di Kantor Gedung Direktorat Jenderal Kelistrikan Jakarta, Senin (14/3). 

Lapangan Pondok Makmur merupakan salah satu lapangan migas yang menjadi target SKK Migas untuk bisa beroperasi tahun ini. Ini merupakan salah satu dari 13 proyek yang direncanakan akan beroperasi tahun ini. Beberapa diantaranya adalah proyek IDD Bangka Chevron dan proyek Karandan oleh Salamander Energi dijadwalkan mulai beroperasi (onsteam) pada kuartal II tahun ini. Ada juga beberapa yang sudah berproduksi pada awal tahun, seperti Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil dan Lapangan Bukit Tua yang dioperatori oleh Petronas. (Baca: Tahun Ini 13 Proyek Migas Mulai Beroperasi)

Dari data Kementerian ESDM, Sejak tahun 2010, Lapangan pondok Makmur bekasi sudah memiliki lima sumur deliniasi yang menghasilkan minyak dan gas. Dari catatan Kementerian ESDM sejak 2010 lalu, Pondok Makmur telah memproduksi minyaknya rata-rata 1.900 bopd dan 5,5 mmscfd gas dari tiga sumur eksplorasi.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait