Pertamina Bisa Turunkan Harga Premium di Bawah Rp 5.000

Janji manajemen Pertamina menurunkan harga BBM Premium tersebut disampaikan saat rapat tertutup dengan Panitia Kerja Migas Komisi VII DPR.
Arnold Sirait
3 Maret 2016, 21:05
BBM Pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA -  Masih rendahnya harga minyak dunia membuka peluang penurunan kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama jenis Premium dan Solar. Namun, PT Pertamina (Persero) baru bisa memastikan penurunan harga dua jenis BBM tersebut pada awal bulan depan.

Untuk mengetahui kondisi terkini sektor hilir minyak, panitia kerja minyak dan gas bumi (migas) Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengundang manajemen Pertamina. Dalam rapat yang berlangsung tertutup, Kamis siang (3/3), DPR meminta Pertamina menjelaskan perhitungan harga jual BBM, khususnya jenis Premium.

Di dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi VII DPR Mulyadi mengungkapkan, manajemen Pertamina menjelaskan adanya peluang menurunkan harga Premium pada April mendatang. Peluang penurunan harganya sangat besar. "Tadi sudah disampaikan oleh Ahmad Bambang sebagai Direktur Pemasaran Pertamina. Mengacu pada formula yang dia gunakan itu turunnya menjadi sekitar Rp 4.800 per liter," ujar Mulyadi.

Saat ini harga BBM jenis Premium untuk luar Jawa, Madura dan Bali (Jamali) sebesar Rp 6.950 per liter. Sementara untuk  Jamali Rp 7.050 per liter. Jika mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2015, Menteri ESDM memang berhak menetapkan harga BBM setiap tiga bulan sekali atau apabila dianggap perlu dapat menetapkan lebih dari satu kali dalam setiap tiga bulan.  

Sayangnya, Mulyadi tidak mau membicarakan harga BBM selain jenis Premium. Pasalnya, anggota Komisi Energi DPR saat ini memang hanya berfokus pada harga BBM jenis Premium. Pertimbangannya, Premium paling banyak digunakan oleh masyarakat. Padahal, saat ini terdapat jenis BBM lain yaitu Pertamina DEX, Pertamax Plus, Pertamax, Pertalite, dan jenis BBM bersubsidi lainnya seperti minyak tanah dan solar.

Advertisement

(Baca: Tanpa Acuan, Solarlite Berpotensi Munculkan Pemburu Rente)

Jika nantinya harga BBM jenis Premium turun, Mulyadi meminta pemerintah juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menekan harga kebutuhan lain yang terkait dengan BBM. "Saya tegaskan bahwa transportasi dan lain-lain terkait dengan BBM juga harus turun," ujarnya. Dengan begitu, penurunan harga BBM benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Menanggapi pernyataan tersebut, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang membenarkan rencana perubahan harga BBM jenis Premium. "Pasti, harga premium pasti turun," katanya saat dihubungi oleh Katadata, Kamis (3/3). Namun, dia enggan menjelaskan besaran penurunan harga BBM.

(Baca: Lima Tahun Lagi Pertamina Akan Hapus Premium)

Di dalam rapat tertutup tersebut, menurut Bambang, juga belum ada keputusan final terkait harga jual Premium pada April mendatang. Ia hanya menegaskan, harga Premium bisa turun di bawah Rp 5.000 dengan satu syarat. "Bisa saja, kalau harga (minyak) rendah terus." 

Reporter: Miftah Ardhian
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait