Raih Suntikan US$ 1 M, Grab Janjikan Pendapatan Pengemudi Lebih Baik

Grab akan membuat pola kerja yang efisien agar pendapatan mitra pengemudi lebih baik.
Michael Reily
18 Juni 2018, 15:28
Demo GrabBike
ANTARA FOTO/Reno EsniR
Massa driver GrabBike berunjuk rasa di Kantor Grab Indonesia di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta, Desember 2016.

Para pengendara yang tergabung dalam Grab Holding Inc (Grab) di Asia Tenggara, termasuk Indonesia berpeluang mendapatkan pendapatan yang lebih baik dari sebelumnya. Peluang ini terbuka usai Grab mendapat suntikan dana dari Toyota Motor Corporation (Toyota) sebesar US$ 1 miliar.

Dengan suntikan dana itu, kedua belah pihak bersepakat memperkuat dan melebarkan kerja sama mengenai penggunaan kendaraan dan jasa asuransi serta kredit bagi mitra pengemudi. Selain itu, Grab berencana membuat pola kerja yang efisien dalam akses mobilitas di kota besar Asia Tenggara. Dengan begitu, mitra pengemudi akan mendapatkan kesempatan tambahan pendapatan yang lebih baik.

Presiden Grab Ming Maa mengatakan Grab merupakan perusahaan rintisan teknologi pertama yang meraih pendapatan lebih US$ 1 miliar.  Investasi Toyota merupakan pendanaan terbesar oleh perusahaan manufaktur otomotif di transportasi global.

“Penambahan pengguna yang cepat dan pertumbuhan pendapatan jadi bukti kemampuan kami untuk melokalisasi dan mengeksekusi secara efisien, dan memberikan platform yang efektif di Asia Tenggara di wilayah yang kebudayaannya beragam,” kata Maa dalam keterangan resmi yang diterima Katadata.co.id, Senin (18/6).

Grab akan bekerja sama dengan Toyota dalam hubungan jasa pelayanan Toyota Mobility Service Platform (MSPF) seperti asuransi berdasarkan pengguna, program kredit, dan perawatan secara berkala. Kolaborasi ini akan meningkatkan layanan mitra pengemudi sehingga akan mengurangi ongkos asuransi premium dengan sistem telematis dan servis mobil yang terintegrasi.

Sejak Agustus 2017, kedua pihak terus mengembangkan pelayanan terhubung untuk mitra pengemudi Grab dengan memaksimalkan data yang dikumpulkan melalui teknologi perekam TransLog Toyota. Sistem analisis Toyota itu telah dipasangkan di 100 mobil rental Grab.

Data yang disimpan akan menjadi sistem infrastruktur dengan kendaraan yang terhubung. Kedua pihak akan terus mengembangkan kolaborasi dalam area penyediaan data asuransi untuk rental mobil di Singapura melalui perusahaan asuransi lokal. “Kami bangga telah didukung oleh pemimpin dalam industri termasuk Toyoya, Uber, Didi, dan SoftBank,” ujar Maa.

Untuk memperkuat kolaborasi strategis, salah satu eksekutif Toyota akan ditunjuk menjadi salah satu petinggi Grab. Anggota tim Toyota juga akan menjadi salah satu pejabat eksekutif di Grab.

(Baca: Grab Sebut Order Fiktif Ojek Online Tak Hanya Terjadi di Indonesia)

Executive Vice President Toyota, Shigeki Tomoyama, menyatakan penguatan kolaborasi akan memaksimalkan teknologi yang dimiliki kedua belah pihak. “Ke depan, kami akan mengembangkan pelayanan yang lebih atraktif, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan di Asia Tenggara,” kata dia.

Reporter: Michael Reily

Video Pilihan

Artikel Terkait