Selama 2018, Program B20 Hemat Devisa Rp 28,4 triliun

Selama tahun 2018, produksi biodiesel yang subsidi dan nonsubsidi mencapai 4,02 juta KL.
Image title
8 Januari 2019, 17:23
Microsite Biodiesel
Arief Kamaludin | Katadata
Biodiesel murni dan campuran solar dengan kadar 10 dan 20 persen.

Program pencampuran minyak sawit ke Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar sebanyak 20% atau Biodiesel 20 (B20) berhasil menghemat devisa sebesar Rp 28,4 triliun. Penghematan ini akibat berkurangnya impor Solar.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan selama tahun 2018, produksi biodiesel mencapai 6 juta kiloliter (KL). Capaian itu setara dengan 105% dari target yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 5,7 juta kl.

Dari produksi tersebut,  sebesar 4,02 juta kiloliter (KL) untuk program B20 baik subsidi maupun tidak, sisanya ekspor. “Jadi boleh dikatakan sesuai harapan kami," kata Rida di Jakarta, Selasa (8/1).

Sementara itu, tahun ini produksi biodiesel ditargetkan 6,2 juta KL. Jika, target itu tercapai, maka penghematan devisanya bisa mencapai US$ 3 miliar.

Advertisement

Sebelumnya, Asisten Deputi Produktivitas Energi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Andi Novianto mengatakan penghematan devisa akan mencapai itu jika tidak ada kendala dalam proses pendistribusiannya. Selama ini program B20 masih terkendala distribusi.

Andi menjelaskan, ada empat tantangan yang tengah dihadapi dalam mendatori tersebut. Pertama, mengenai teknologi untuk mencampurkan Solar dengan FAME saat ini masih terbatas. Kedua, adanya kampanye-kampanye negatif terkait minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

(Baca: KPK Temukan Potensi Korupsi Kebijakan B20)

Ketiga, melakukan efisiensi logistik agar bisa menurunkan biaya distribusi. Keempat, keberlanjutan produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam negeri. "Apabila tantangan ini sudah terjawab, ini dapat dilakukan secara berkelanjutan," kata dia di Jakarta, Rabu (5/12).

Reporter: Fariha Sulmaihati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait