Indonesia Timur Masih Kekurangan Pasokan Minyak Sawit untuk B20

Daerah yang belum tersalurkan minyak sawit ada di Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Sulawesi.
Image title
20 September 2018, 16:12
TBBM Pertamina Maumere
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA

PT Pertamina (Persero) menyatakan ada beberapa daerah yang belum tersalurkan minyak sawit (Fatty Acid Methyl Esters/FAME) untuk dicampur ke Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar guna penerapan B20. Daerah yang belum tersalurkan itu mayoritas berada di kawasan timur.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan dari 112 terminal BBM, hanya 69 yang sudah tersalurkan minyak sawit. “Yang belum tersalurkan ada di daerah Indonesia Bagian Timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Sulawesi,” kata dia kepada Katadata.co.id, Rabu (19/9).

Pertamina enggan menyebut alasan terminal BBM itu belum tersalurkan minyak sawit. Adiatma menyerahkan hal tersebut kepada Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.Ini karena direktorat itu yang melakukan lelang minyak sawit.

Sementara itu, Direktur Jendral Energi Baru dan Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Muyana tak mau berkomentar banyak mengenai hal tersebut. "Akan dibahas semua kendala yang masih ditemui di lapangan dan dicarikan solusinya," kata dia.

Advertisement

Alokasi pengadaan minyak nabati jenis biodiesel untuk Pertamina tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1935 K/10/MEM/2018. Dalam aturan tersebut, sejak Mei hingga Desember, Pertamina mendapatkan alokasi 1.910.205 kiloliter (KL).

Ada 19 perusahaan yang memasok ke Pertamina. Mereka adalah PT Cemerlang Energi Perkasa dengan volume 108.399 KL. Lalu, PT Wilmar Bioenergi Indonesia 270.301 KL, PT Pelita Agung Agrindustri 39.575 KL, PT Ciliandra Perkasa 49.469 KL, PT Darmex Bioefuels 49.469 KL, PT Musim Mas 210.465 KL, PT Wilmar Nabati Indonesia 281.452 KL.

Kemudian PT Bayas Biofuels 148.406 KL, PT LDC Indonesia 79.440 KL, PT Smart Tbk 67.834 KL, PT Tunas Baru Lampung 64.206 KL, PT Multi Nabati Sulawesi 75.931 KL. Ada juga PT Permata Hijau Palm Oleo 71.828 KL, PT Intibenua Perkasatama 76.181 KL, PT Batara Elok Semesta Terpadu 39.869 KL, PT Dabi Biofuels 71.234 KL, PT Sinarmas Bio Energy 72.014 KL, PT Kutai Refinery Nusantara 64.876 KL dan PT Sukajadi Sawit Mekar 69.256 KL.

(Baca: Produsen Biodiesel Klaim Penyaluran FAME dalam Mandatori B20 Sudah 98%)

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia Paulus Tjakrawan tidak membantah ada kendala pengiriman minyak sawit ke wilayah Indonesia Timur seperti NTT. Ini kondisi cuaca dan ombak besar juga bisa memperlambat waktu pengiriman.

Reporter: Fariha Sulmaihati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait