AKR Corporindo Tertarik Jual Avtur di Bandara

AKR Corporindo masih menunggu regulasi dari pemerintah agar badan usaha swasta bisa menjual Avtur di bandara.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
16 Januari 2019, 16:07
AKR
Donang Wahyu|KATADATA
Tangki penyimpanan BBM milik PT.AKR di Bitung, Sulawesi Utara.

PT AKR Corporindo menyatakan tertarik untuk menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Avtur di bandara Indonesia. Namun, keinginan tersebut harus menunggu perubahan regulasi agar badan usaha swasta dapat menjual bahan bakar untuk pesawat tersebut.

Direktur AKR Suresh Vembu menyatakan saat ini hanya PT Pertamina (Persero) yang bisa menjual Avtur di bandara. Oleh karena itu, pihaknya belum mengajukan permohonan untuk bisa menjual avtur di bandara.

Untuk itu, Suresh mengapresiasi pemerintah jika mereka mau mengubah beberapa regulasi agar swasta bisa menjual Avtur di bandara. Akan tetapi, ia tidak menyebut aturan yang dimaksud. "Kami tertarik, tapi menunggu perubahan terkait izin dan regulasinya," kata Suresh kepada Katadata.co.id, Rabu (16/1).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan tidak ada larangan bagi badan usaha untuk menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Avtur di bandara. Asalkan, badan usaha itu mampu dan memenuhi syarat.

Meski begitu, menurut Direktur Hilir Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Rizwi Hisjam, untuk akses ke dalam wilayah operasi bandara harus melalui PT Angkasa Pura. Jadi, harus ada kerja sama antara Angkasa Pura dengan badan usaha tersebut.

Kerja sama itu karena bandara bukan wilayah terbuka. “Untuk operasi ke situ tidak sembarangan. Saat ini yang sudah punya kerja sama hanya Pertamina,” ujar Rizwi.

(Baca: Kementerian ESDM: Tak Ada Larangan Pesaing Pertamina Jual Avtur)

Namun, pihak PT Angkasa Pura (Persero) menyatakan membuka bagi perusahaan BBM swasta untuk menjual avtur di bandara. Namun, mengenai skema bisnisnya, seperti syarat dan kondisi terkait bahan bakar untuk penerbangan belum disediakan.

"Kami sedang mengulas terkait aviation fuel ini skema bisnisnya, karena term and condition-nya belum ada," kata Vice President of Corporate Communication Angkasa Pura II Yado Yarismano.

Adapun, AKR dan British Petroleum (BP) telah membuat perjanjian usaha patungan pada 15 November 2016 untuk mengembangkan bisnis bahan bakar penerbangan di Indonesia.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Jonathan Wood, Kepala Strategi dan Pengembangan Bisnis Officer Air BP, dan Bapak Haryanto Adikoesoemo, Direktur Utama AKR, di London. Dalam pengembangannya, AKR dan BP menerapkan teknologi inovatif terbaru dan praktik operasional terbaik untuk pasokan bahan bakar penerbangan.

Reporter: Fariha Sulmaihati

Video Pilihan

Artikel Terkait