Premier Oil Pasok Minyak Mentah ke Pertamina Mulai Tahun 2019

Premier masih harus menyelesaikan kontrak dengan BP Singapore Ltd.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
26 September 2018, 20:44
minyak
Katadata

Premier Oil mendukung kebijakan pemerintah yang mewajibkan kontraktor menjual jatah minyaknya ke PT Pertamina (Persero). Bahkan, perusahaan asal Inggris sudah menyatakan bersedia memasok minyak ke perusahaan pelat merah tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata.co.id, Premier sudah sepakat untuk menjual minyak jatahnya ke Pertamina mulai tahun depan. “Tinggal detail secara legal dan komersial yang akan dibicarakan secara bisnis yang wajar (business to business/ b to b),” ujar sumber tersebut, Rabu (26/9).

Alasan Premier menjual minyak ke Pertamina mulai tahun depan karena masih terikat kontrak dengan BP Singapore Ltd. Kontrakt tersebut akan berakhir 31 Desember 2018, meskipun ada opsi perpanjangan tiap tahun.

Sebelum dimulai penjualan minyak tersebut, Premier akan menyelesaikan sejumlah hal kepada Pertamina. "Pembicaraan rinci dari sisi hukum, komersial, dan lain-lain secara business to business dengan Pertamina akan dilaksanakan segera sebelum 31 Desember 2018," ujar sumber tersebut.

Saat ini, Premier Oil memiliki sejumlah wilayah kerja di Indonesia, di antaranya Natuna Sea Blok A. Di blok ini Premier memegang hak kelola 28,67% dan bertindak sebagai operator.

Premier juga mengelola Blok Tuna yang ada di Laut Natuna Utara. Perusahaan ini memiliki hak kelola sebesar 65% dan bermitra dengan MOECO (25%) dan GS Energy (15%).

Mengacu situs resmi Premier produksi migas sejak awal Januari hingga akhir Juni 2018 rata-rata sebesar 13,5 ribu barel setara minyak per hari (bsmph). Padahal periode yang sama tahun lalu bisa mencapai 14,3 ribu bsmph.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar sebelumnya mengatakan ada perusahaan Inggris lainnya yang juga telah sepakat menjual minyak bagiannya kepada Pertamina. Perusahaan itu adalah BP. Menurut Arcandra BP telah mencapai kesepakatan mengenai jual beli kondensat dengan Pertamina.

Arcandra mengatakan sudah menerima laporan dari BP per hari ini, Jumat (21/9). Dalam laporan itu disebutkan sudah ada kesepakatan kedua belah pihak. "Katanya sudah deal mereka. Tadi sudah lapor ke saya, BP bilang begitu," ujar dia di Jakarta, Jumat (21/9).

Tak hanya menyebut harga, Wakil Menteri ESDM itu tidak menyebut volume yang disepakati. Yang jelas, selama semester I tahun 2018, BP sudah mengekspor 2,8 ribu barel per hari (bph) yang menjadi jatahnya.

(Baca: Arcandra Sebut BP dan Pertamina Capai Kesepakatan Jual Beli Kondensat)

Selain BP, menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto ada Energi Mega Persada (EMP) yang sepakat menjual minyaknya ke Pertamina. Adapun EMP menjual minyaknya dengan formula harga minyak Indonesia ditambah US$ 2 per barel.

Video Pilihan

Artikel Terkait