PLN Kucurkan Rp 1,54 Triliun Bangun Kabel Laut Di Bangka Belitung

Pembangunan kabel bawah laut ini diharapkan bisa menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik Bangka Belitung.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
15 Desember 2017, 17:14
PLN
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan membangun kabel bawah laut di Bangka Belitung. Proyek senilai Rp 1,54 triliun ini nantinya akan menghubungkan jaringan listrik di Tanjung Api-api Sumatera Selatan dengan Muntok Bangka Belitung.

Kepala Divisi Pengembangan Regional Sumatera Budi Pangestu mengatakan proyek yang masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018 hingga 2027 ini akan mulai dibangun tahun depan. Proyek ini akan membutuhkan 36 kilometer sirkit (kms) kabel laud an kurang lebih 29 kms saluran udara tegangan tinggi (SUTT).

Budi mengatakan proyek tersebut akan selesai pada 2020 mendatang. Kabel tersebut akan mengalirkan listrik sebesar 300 MW.  "Kami harapkan dengan adanya proyek ini Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik Bangka Belitung bisa turun," kata dia di Media Gathering di Bangka Belitung, Kamis malam (15/12).

PLN sudah mengerjakan pengerjaan awal untuk mendukung berjalanannya proyek tersebut. Pertama, pengurusan analisis dampak lingkungan (AMDAL). Kedua, PLN sudah menyiapkan dua line bay exstention di Gardu induk tanjung Api-Api.

Ketiga, PLN sudah dilakukan sosialisasi proyek tersebut kepada pihak terkait. Di antaranya adalah Direktorat Jenderal Hubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan, TNI Angkatan Laut (AL), Hubla , TNI AL, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Dinas Perikanan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kehutanan,  Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral provinsi kepulauan Bangka Belitung dan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Mengacu data PLN, Setelah menggunakan kabel laut maka BPP Bangka Belitung bisa turun hingga Rp 1.895 per kWh. Saat ini BPP Bangka Belitung masih berkisar Rp 2.848 per kWh, harga  ini masih  lebih tinggi jika dibandingkan  dengan BPP untuk Sumatera yang saat ini mencapai Rp 1.006 -1.030 per kWh.

Menurut General Manager PLN Wilayah Bangka Belitung Susiana Mutia, selama ini BPP Bangka Belitung mahal karena menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Penggunaan BBM ini bisa mencapai 60%. Kemudian 30% berasal dari batu bara dan sisanya energi baru terbarukan.

(Baca: PLN Targetkan Amendemen Dua Kontrak PLTU Selesai Bulan Depan)

Dengan adanya jaringan interkoneksi melalui kabel laut harapannya bisa menggunakan batu bara, dengan demikian BPP Bangka Belitung akan efisien. "Batu bara ini murah. Selama ini batu bara itu adalah komponen energi di Bangka Belitung yang lebih murah dibandingkan yang lain," kata Susiana.

Video Pilihan

Artikel Terkait