SKK Migas Ungkap Alasan Tunjuk PGN Jual Gas Negara di Sanga-sanga

PGN bersedia tidak menerima fee atas penunjukkan dirinya sebagai penjual LNG bagian negara untuk uncommited volume tahun 2018 dari blok Sanga-sanga.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
11 Desember 2017, 18:59
SKK Migas
Arief Kamaludin|KATADATA
SKK Migas

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akhirnya buka suara mengenai penunjukan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN ) menjual gas bumi bagian negara di Blok Sanga-sanga yang belum berkontrak. Penunjukan ini sesuai surat yang dikeluarkan SKK Migas.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan surat penunjukan bertanggal 4 Desember 2017 itu setelah melakukan dua kali rapat dengan PGN, PT Pertamina (Persero) dan VICO Indonesia. Ini sebagai tindak lanjut arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan atas permohonan PGN.

Ada beberapa pertimbangan dalam menunjuk PGN sebagai pihak yang menjual gas jatah negara itu. Pertimbangan utama adalah yang paling menguntungkan bagi negara. “Pihak PGN bersedia tidak menerima fee atas penunjukkan dirinya sebagai penjual LNG bagian negara untuk uncommited volume tahun 2018 dari wilayah kerja Sanga-sanga,” kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (11/12).

Dengan surat itu, SKK Migas berharap koordinasi teknis antara PGN, Pertamina, dan VICO Indonesia segera  diselesaikan secara baik. Tujuannya agar proses penjualan dapat dilaksanakan demi mengamankan pendapatan negara.

Blok Sanga-sanga akan berakhir kontraknya tahun depan. Saat ini blok tersebut dioperatori VICO Indonesia. Adapun, pemegang hak kelola VICO adalah Virginia Indonesia Co memiliki hak pengelolaan 7,5%, Adapun, ENI mengempit 26,25%, CPC 20%, Universe Gas & Oil 4,37% dan Saka 26,25%.

Sepanjang semester I-2017, VICO berhasil memproduksi minyak bumi sebesar 14.400 barel per hari (bph) dari target 10.400 bph .Sedangkan produksi gas mencapai 153 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Adapun target produksi gas dipatok 130 mmscfd.

(Baca: Pertamina Belum Pasti Jadi Operator Blok Sanga-Sanga)

Setelah kontrak berakhir, Kementerian ESDM sudah menugaskan PT Pertamina (Persero) mengelola blok tersebut. Meski begitu, pemerintah belum menentukkan operator Blok Sanga-sanga. Targetnya bulan ini sudah ditentukan operatornya.

Video Pilihan

Artikel Terkait