Produksi Blok Corridor Berhasil Capai Target

Saat ini produksi migas secara rata-rata harian di blok Corridor mencapai 170.063 barel setara minyak per hari (boepd).
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
4 Desember 2017, 17:59
Stand pameran ConocoPhillips
Arief Kamaludin|KATADATA

Produksi blok Corridor di Sumatera Selatan, yang dioperatori ConocoPhillips berhasil mencapai target tahun ini. Penyebabnya adalah  sumur minyak dan gas bumi (migas) di blok tersebut mampu bekerja secara optimal.

Vice President Relations & Security ConocoPhillips Indonesia Joang Laksanto mengatakan saat ini produksi migas secara rata-rata harian di blok tersebut mencapai 170.063 barel setara minyak per hari (boepd). Ini sesuai target perusahaan."Kami prediksi hingga akhir tahun, target produksi akan tercapai," kata dia di kepada Katadata.co.id, Senin (4/12).

Kinerja blok Corridor ini juga ditopang dengan beroperasinya fasilitas produksi Sumpal Compression Project pada Mei lalu. Beroperasinya fasilitas itu membuat produksi gas di blok Corridor meningkat menjadi 310 mmscfd, dari sebelumnya.

Conocophilips mulai mengelola blok Corridor sejak 2002 setelah mengakuisisi Gulf Resources. Di blok tersebut, perusahaan asal Amerika Serikat ini memiliki hak kelola 54% dan menjadi operator. Selain itu ada porsi PT Pertamina (Persero) sebesar 10% dan Repsol Energy 36%.

Kepemilikan hak kelola Repsol Energy awalnya tidak sebesar itu. Namun, setelah membeli hak kelola Talisman Energy Inc, senilai US $ 8,3 miliar, perusahaan asal Spanyol itu kini memiliki 36% dari blok tersebut.

(Baca: Negara Kantongi Rp 57 Miliar dari Kenaikan Harga Gas ConocoPhillips)

Kontrak blok tersebut berlaku sejak 17 November 1983 dan akan berakhir pada 20 Desember 2023. Ada beberapa lapangan yang beroperasi di blok ini yakni  Suban, Sumpal, Dayung, Gelam, Letang, Rawa(Gas), Puyuh, Supat, RebonJaro, Keban, Suban Baru, dan Dangku (minyak). Luas wilayah kerja blok Corridor mencapai 2.360 km persegi.

 

 

Video Pilihan

Artikel Terkait