Kementerian ESDM Belum Terima Pengajuan Izin Niaga Elpiji Nusagaz

Jika PT Sierra Nusa Gas sudah mengajukan izin, Kementerian ESDM akan memprosesnya paling lambat 10 hari kerja.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
27 November 2017, 14:22
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin|KATADATA
Kementerian ESDM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan hingga kini belum menerima pengajuan izin niaga elpiji (Liquefied Petroleum Gas/LPG) dari PT Sierra Nusa Gas. Padahal rencananya perusahaan afiliasi PT Vivo Energy Indonesia ini akan meluncurkan elpiji bermerek Nusagaz ini akhir tahun nanti.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan pihaknya belum bisa mengevaluasi produk itu karena belum menerima pengajuan izin tersebut. “Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM belum menerima permohonan pengajuan izin niaga dari VIVO untuk produk baru elpiji tabung Sierra NusaGas," kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (27/11).

Atas dasar itu, saat ini Kementerian ESDM masih menunggu pengajuan izin tersebut. Jika PT Sierra Nusa Gas sudah mengajukan izin, Kementerian ESDM akan memprosesnya paling lambat 10 hari kerja sesuai dengan standar operasional prosedur. Namun, semua syarat tersebut sudah lengkap.

Adapun, salah satu yang akan dievaluasi Kementerian ESDM adalah aspek teknis dari produk tersebut. “Karena dari info yang diperoleh, kandungan gasnya berbeda dengan elpiji yang Pertamina distribusikan," kata Dadan.

Corporate Communication Vivo Energy Indonesia Maldi Al-Jufrie  pernah mengatakan produk Nusagaz memang berbeda dengan elpiji yang beredar saat ini di masyarakat. Komponen Nusagas memiliki spesifikasi 80% propane dan 20% butane. Sedangkan elpiji yang ada saat ini komposisi propane sebesar 42% dan butane 58%.

Adapun jenis yang akan dijual terdiri dari 4,5 kilogram (kg), 8 kg, 15 kg dan 60 kg. “Sebelum akhir tahun akan diluncurkan,” kata dia di Jakarta, Jumat (24/11).

Untuk tahap awal penjualan akan dilakukan di Jawa bagian Timur. Sistem penjualan akan melalui sistem toko ke toko. (Baca: Sierra Nusa Gas Siap Ramaikan Bisnis Elpiji di Indonesia)

Sementara itu harga elpiji per tabung untuk 4,5 kg sampai ke konsumen akhir mencapai Rp 25.500. Kemudian 8 kg Rp 56.000. Untuk 15 kg mencapai Rp 110 ribu dan 69 kg harganya Rp 460 ribu. “Itu harga di luar tabung. Konsepnya kami tidak memberatkan masyarakat," ujar Maldi.

Video Pilihan

Artikel Terkait