Bulan Depan, Kementerian ESDM Putuskan Nasib 4 Blok Penugasan 

Pemerintah akan menunjuk kontraktor yang bisa menjaga produksi tidak turun dan mengurangi biaya produksi sebagai operator.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
22 November 2017, 14:38
Sumur Minyak
Chevron

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memutuskan empat blok minyak dan gas bumi (migas) yang akan habis kontraknya di 2018 pada Desember nanti. Saat ini pemerintah masih mengevaluasi dan menunggu beberapa proposal dari kontraktor eksisting yang ada di blok tersebut.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan empat blok tersebut yakni Sanga-sanga, South East Sumatera dan Ogan Komering. Keempat blok ini sebenarnya sudah ditugaskan kepada PT Pertamina (Persero) sejak Januari lalu. Manajemen Pertamina juga sudah mengajukan proposal kepada pemerintah.

Namun, operator empat blok itu ternyata masih berminat melanjutkan kontrak dengan skema kontrak gross split selama 20 tahun. Bahkan ada beberapa operator yang sudah mengajukan proposal. Sayangnya, Ego tidak mau merinci kontraktor siapa saja.

Yang jelas, Kementerian ESDM memberikan batas waktu pengajuan proposal hingga bulan depan. Setelah itu akan dievaluasi dan diputuskan secepatnya. “Jadi batas waktunya Desember 2017,” kata Ego di Jakarta, Selasa (22/11).

Pemerintah memiliki beberapa kriteria penilaian untuk menentukan operator di blok yang akan berakhir kontraknya tersebut. Pertama adalah jumlah kegiatan untuk mempertahankan produksi. Kedua, operator bisa menjaga biaya produksi per barel tidak membengkak.

Jadi, meskipun Pertamina sudah mendapatkan penugasan, belum tentu bisa menjadi operator. “Pemerintah akan mengevaluasi. Kalau kontraktor eksisting bisa menawarkan sesuatu yang spektakuler dan meyakinkan pemerintah kalau produksi meningkat, kami kasih,” kata Ego. 

Di sisi lain, terkait nasib empat blok penugasan lainnya seperti Attaka, East Kalimantan, North Sumatera Offshore (NSO), dan Tengah telah diputuskan oleh Kementerian ESDM. Blok Attaka dan East Kalimantan akan dilelang secara khusus setelah kontrak berakhir. Saat ini penyiapan dokumen lelang masih disiapkan. 

Adapun untuk Blok NSO, pemerintah telah memutuskan memberikan hak kelola Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Alasannya kontraktor sudah mengelola blok tersebut. Selain itu secara lokasi berdekatan dengan blok PHE lainnya, yakni North Sumatera B.

(Baca: BPMA Rekomendasikan Pertamina Kelola Blok NSB Setelah Kontrak Habis)

Pemerintah juga memberikan Blok Tengah kepada Pertamina. Alasannya berdekatan dengan Blok Mahakam.  "Kami usulkan permintaan Pertamina digabungkan dengan Mahakam, dan akhirnya setuju,"kata Ego.

Video Pilihan

Artikel Terkait