Badak NGL Operasikan Lagi Satu Unit Pengolahan Mulai 2018

“Kemungkinan lima train yang beroperasi tahun depan," kata Arcandra.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
21 November 2017, 15:56
Pipa gas
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Badak NGL akan mulai mengoperasikan satu unit pengolahan gas (train) di Kalimantan Timur mulai tahun depan. Penyebabnya adalah tambahan pasokan gas di beberapa lapangan yang ada di sekitar Kalimantan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan PT Badak NGL sebenarnya memiliki delapan train. Namun, saat ini empat train tidak beroperasi karena kekurangan pasokan.

Dengan pasokan baru dari proyek Jangkrik di Blok Muara Bakau dan Blok Mahakam, satu train tengah dimodifikasi untuk beroperasi kembali. “Kemungkinan lima train yang beroperasi tahun depan," kata Arcandra di Jakarta, Selasa, (21/11). 

Train tersebut nantinya dimodifikasi menjadi unit pengolahan khusus untuk gas dengan kandungan lean gas atau gas bersih. Ini sesuai dengan karakteristik dari dua blok tersebut yang memilii kandungan lean gas yang besar.

Lean gas merupakan gas bumi yang didominasi rantai kandungan metana. "Lapangan Eni Jangkrik itu lean gas, kemungkinan besar juga Mahakam ke depan akan lean gas. Jadi akan banyak rantai C1-nya," ujar Arcandra. 

Secara rata-rata sejak 1 Juni 2017 hingga 15 November 2017, produksi gas Blok Muara Bakau sudah mencapai 459 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Namun, secara harian sudah menyentuh 600 MMSCFD. Sementara produksi gas di Blok Mahakam selama sembilan bulan pertama tahun ini telah mencapai 1.223 MMSCFD. 

(Baca: Setelah 39 Tahun, Badak LNG Ukir Pengapalan 9 Ribu Kargo Gas)

Di sisi lain, rata-rata produksi kilang milik Badak tahun lalu berkisar sekitar 163 kargo gas atau sekitar 10 juta ton per tahun (mtpa). Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan rata-rata produksi tahun 2015 yang jumlahnya mencapai 182 kargo. 

Video Pilihan

Artikel Terkait