Pertamina Ingin Vivo Juga Jual Premium di Luar Jakarta

Adiatma Sardjito mengatakan perusahaannya akan sangat terbantu jika SPBU Vivo menyalurkan Premium dan Solar di daerah terdepan, terluar dan tertinggal.
Arnold Sirait
Oleh Arnold Sirait
31 Oktober 2017, 12:03
BBM SPBU
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Pertamina (Persero) tidak terganggu dengan kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Vivo Energy Indonesia. Bahkan perusahaan pelat merah ini menyambut baik jika SPBU Vivo juga ikut menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar di seluruh Indonesia.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan perusahaannya akan sangat terbantu jika SPBU Vivo juga menyalurkan Premium dan Solar di daerah terdepan, terluar dan tertinggal. “Jangan hanya di Jakarta saja,” kata dia kepada Katadata, Senin (30/10).

Saat ini memang hanya Pertamina yang mendapatkan penugasan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga. Ini sesuai surat keputusan Kepala BPH Migas Nomor 23/P3JBT/BPH Migas/KOM/2016 tentang penugasan badan usaha untuk melaksanakan penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu pada 2017.

Dalam surat itu, AKR mendapatkan kuota Solar 300 ribu kiloliter (KL). Sedangkan Pertamina memperoleh kuota Solar 15,7 juta KL dan minyak tanah 610 ribu KL.

Selain BBM jenis tertentu, Pertamina juga mendapat tugas mendistribusikan BBM jenis khusus penugasan yakni Premium. Jika mengacu surat keputusan Kepala BPH Nomor 22/P3JBKP/BPH Migas/Kom/2016, Pertamina memperoleh kuota volume Premium sebanyak 12,5 juta KL.

Adapun, saat ini SPBU VIVO memang hanya berada di Cilangkap, Jakarta Timur. Adapun produk yang dijual pendatang baru itu adalah Revvo 89 dengan kadar oktan 89.  Vivo mematok Revvo 89 dengan harga Rp 6.100 per liter untuk produk itu. Harga jualnya lebih murah Rp 350 per liter dibandingkan harga Premium di Pulau Jawa, Madura, Bali.

Selain itu, perusahaan ini menjual Revvo 90 yang setara Pertalite milik Pertamina seharga Rp 7.500 per liter. Kemudian Revvo 92 seharga Rp 8.250 per liter.

(Baca: SPBU VIVO Jual BBM Oktan 89 Lebih Murah Daripada Premium)

Dalam keterangan resminya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memang tidak menutup kemungkinan menyalurkan Solar dan Premium sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 tahun 2016. “Pemerintah dapat menugaskan PT Vivo Energy Indonesia untuk melakukan penyaluran ke wilayah tertentu sesuai dengan Peraturan tersebut,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerjasama, Dadan Kusdiana, (28/10).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong PT Vivo Energy Indonesia membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia Timur. Jika tidak, maka pemerintah tidak segan mencabut izin niaga cucu usaha Vitol ini.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Ego Syahrial memasang target sampai akhir tahun kepada Vivo untuk membangun SPBU di Indonesia Timur di tahun ini. “Mereka harus membuktikan di Indonesia Timur. Kalau tidak, tutup,” kata dia di Jakarta, Jumat (27/10).

Untuk tahap awal, Vivo sudah mengajukan niatnya membangun SPBU di Seram, Maluku. Kemudian, membangun di Sumbawa dan Alor. Namun, nantinya lokasi pembangunan itu ditetapkan pemerintah, sebagai fungsi kontrol.

Video Pilihan

Artikel Terkait