Bulan Depan, Kementerian ESDM Putuskan Nasib Blok Habis Kontrak

“Kami sudah minta untuk diperpanjang 17 November. Lagi diusulkan ke Kepala Biro Hukum,” kata Tunggal.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
30 Oktober 2017, 17:12
Rig
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memutuskan nasib pengelolaan blok yang akan habis kontraknya di 2018 pada November nanti. Meski sudah diputuskan penugasan ke PT Pertamina (Persero), pemerintah perlu mengevaluasi lagi karena kontraktor yang ada saat ini juga berminat mengelola di beberapa blok.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tunggal mengatakan awalnya, evaluasi itu ditargetkan selesai 30 Oktober 2017. Namun, hingga kini belum selesai. “Kami sudah minta untuk diperpanjang 17 November. Lagi diusulkan ke Kepala Biro Hukum,” kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (30/10).

Tunggal belum bisa memastikan siapa yang akan menjadi operator di blok migas yang akan berakhir kontraktnya tersebut, sebelum ada keputusan formal yang ditargetkan selesai 17 November 2017. Saat ini tim masih bekerja untuk menyelesaikan evaluasi itu.

Januari lalu, pemerintah sudah menugaskan delapan blok yang akan habis kontrak tahun depan kepada Pertamina. Blok tersebut adalah Sanga-Sanga, Blok Ogan Komering, Tuban, Tengah, South East Sumatera (SES), Blok NSO, Blok Attaka, dan Blok East Kalimantan.

Namun, berdasarkan evaluasi internal perusahaan, Pertamina menganggap Blok East Kalimantan tidak ekonomis karena ada kewajiban dana pemulihan tambang (Abandonment Site Restoration/ASR). Akhirnya, perusahaan pelat merah itu mengembalikan Blok East Kalimantan dan Attaka karena masuk dalam satu struktur. 

Dua blok itu rencananya akan dilelang ulang Kementerian ESDM. Namun, sebelum ada lelang, ternyata PetroChina mengajukan minat mengelola Blok East Kalimantan dan Attaka menggunakan gross split. Hanya pemerintah belum memutuskan kedua blok tersebut.

Selain itu, Pertamina juga harus bersaing dengan kontraktor dan operator lama untuk bisa mengelola empat blok yang akan berakhir. Keempat blok tersebut adalah Sanga-sanga, South East Sumatera, Ogan Komering dan Tuban. (Baca: PetroChina Ajukan Minat Kelola Blok East Kalimantan Pakai Gross Split)

Blok Sanga-Sanga saat ini masih dioperasikan oleh VICO Indonesia. Sementara Blok South East Sumatera (SES), saat ini dikelola oleh CNOOC. Adapun di JOB Tuban, Pertamina dan Petrocina membentuk badan operasi bersama bernama Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ). Sementara di Blok Ogan Komering, Pertamina bermitra dengan Talisman dan membentuk perusahaan Badan Operasi Bersama (Joint Operating Body/JOB)  Pertamina-Talisman Ogan Komering Ltd.

Video Pilihan

Artikel Terkait