Jonan Buka Peluang PLN Impor Gas dari Qatar

Harga gas itu maksimal 14% dari Harga Minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) hingga pembangkit PLN.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
23 Oktober 2017, 16:21
Pipa gas
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah membuka peluang PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN mengimpor gas dari Qatar. Hal ini disampaikan usai menghadap Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/10).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pasokan gas itu nantinya untuk pembangkit listrik yang dibangun PLN dan perusahaan asal Qatar, Nebras Power. Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) ini terletak di Sumatra Utara.

Namun menurut Jonan ada beberapa persyaratan sebelum PLN mengimpor gas dari Qatar. Harga gas itu maksimal 14% dari Harga Minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) hingga pembangkit PLN.

Apabila harga gas dalam negeri sampai pembangkit sama atau lebih murah dari ketentuan itu, maka tetap mengutamakan pasokan dari lokal. “Presiden selalu mengatakan kalau pasokan gas dari luar negeri bisa lebih murah silakan saja, supaya bisa mendorong industrialisasi lebih kompetitif,” kata Jonan, Senin (23/10).

Di kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan harga gas itu adalah US$ 7,16 per Mmbtu. Dengan harga segitu, harapannya, PLN bisa lebih efisien. (Baca: Qatar Siap Kucurkan Rp 13 T untuk PLTG dan Fasilitas Gas di Indonesia)

Apalagi, selama ini pasokan gas untuk Sumatra Utara diambil dari proyek Tangguh yang berada di Papua. "Saya kira lebih murah ketimbang membawa dari Indonesia Timur," ujar Luhut.

Luhut belum bisa menjelaskan detail mengenai impor tersebut. Namun arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah semua perjanjian dengan Qatar harus direalisasikan paling lambat kuartal I 2018.

Rabu lalu (18/10), Jokowi juga sudah bertemu Emir Qatar Sheikh Hamim bin Hamad Al Thani. Dalam pertemuan itu, ia  menyatakan kerja sama dengan Qatar sebenarnya telah mulai terealisasi. Di antaranya adalah melalui investasi Nebras Power di PT Paiton Energy dengan nilai US$ 1,3 miliar.

Sedangkan Sheikh Hamim menjelaskan ada dua bidang yang akan akan menjadi fokus kerja sama Qatar dan Indonesia. "Peningkatan kerja sama secara khususnya infrastruktur dan turisme," katanya dalam jumpa pers bersama.

Video Pilihan

Artikel Terkait