Tiga Menteri Segera Rapat Tentukan Harga Gas Masela

Untuk mengatasi harga gas Blok Masela, salah satu opsi yang akan dibahas adalah penurunan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
18 Oktober 2017, 10:01
Rig Minyak
Katadata

Pemerintah terus mengupayakan mencari solusi mengenai harga gas dari Blok Masela. Salah satunya dengan menggelar rapat antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

Dari informasi yang diperoleh dari pejabat, rapat tersebut dijadwalkan akan berlangsung bulan ini atau November mendatang. "Pak Jonan (Menteri ESDM), Pak Airlangga (Menteri Perindustrian), Bu Ani (Menteri Keuangan) akan bertemu bahas Masela," kata sumber Katadata, Selasa (17/10).

Pertemuan itu akan membahas opsi agar gas dari Blok Masela bisa diserap industri dalam negeri. Ini karena masih ada perbedaan harga yang diinginkan Inpex Corporation selaku operator Blok Masela dengan industri dalam negeri.

Inpex Corporation menginginkan harga gas dari Blok Masela sebesar US$ 5,86 per mmbtu. Di sisi lain, industri meminta harga tidak lebih dari US$ 3 per mmbtu.

Untuk mengatasi hal itu salah satu yang akan dibahas dalam rapat tersebut adalah opsi penurunan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dengan opsi itu harapannya harga bisa tetap US$ 5,86 per mmbtu.

Namun, selisih itu bisa ditutup dari pengurangan PNBP. "Ya seperti itu (disubsidi), nanti pembahasannya di PNBP, " kata sumber tersebut.

Di sisi lain, pengurangan itu tidak akan merugikan negara. Bahkan negara bisa mendapatkan pemasukan yang lebih besar dari pajak yang diambil dari industri yang berkembang di kawasan tersebut.  "Ini akan dilihat lagi bagaimana impact-nya," kata dia.

Saat ini ada beberapa industri yang ingin membeli gas Masela. Mereka adalah PT Pupuk Indonesia dengan alokasi 214 mmscfd, Elsoro Multi Prima 160 mmscfd dan Kalimantan Metanol Indonesia (KMI)/Sojitz 100 mmscfd, dan PLN 60 mmscfd.

Video Pilihan

Artikel Terkait