Menteri ESDM Sebut Lifting Minyak Hingga Akhir Tahun di Bawah Target

"Menurut saya sampai akhir tahun outlook-nya di bawah 815 ribu bph kalau minyak," kata Jonan.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
28 September 2017, 17:35
Sumur Minyak
Chevron

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan target produksi siap jual (lifting) minyak tahun ini sulit tercapai. Salah satu pemicunya karena kondisi lapangan minyak di Indonesia sudah tua.

Bahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan hingga akhir tahun lifting minyak akan berada di bawah target. "Menurut saya sampai akhir tahun outlook-nya di bawah 815 ribu bph kalau minyak," kata Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (28/9).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, sejak awal tahun ini hingga Agustus lifting minyak sudah mencapai 792 ribu bph. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 829 ribu bph. 

Di sisi lain, Jonan tidak mau penggantian biaya operasional (cost recovery) tahun ini membengkak."Kalau produksinya turun, cost recovery- nya harus turun. Kalau tidak ekonomis jangan dikerjakan," kata dia. 

Berbeda dengan minyak, Jonan optimistis target lifting gas tahun ini bisa tercapai. Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017, lifting gas dipatok 1.150 ribu barel setara minyak per hari (bsmph).

Mengacu data Kementerian ESDM, hingga akhir Agustus lalu lifting gas mencapai 1.134 bsmph, angka ini masih lebih rendah dari target. Meskipun begitu, Jonan yakin hingga akhir tahun lifting bisa meningkat menjadi 1.200 bsmph. 

Peningkatan ini seiring dengan beroperasinya beberapa proyek gas di Indonesia. Salah satunya Proyek Jangkrik di Muara Bakau. "Kalau gas di atas target. Mungkin 10 persen sampai 15 persen diatas itu sampai akhir tahun," kata dia.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas  Wisnu Prabawa Taher sebelumnya mengatakan ada beberapa penyebab lifting minyak selama periode Januari-Agustus tahun ini masih di bawah target. Salah satunya adalah cuaca di terminal penampung. Alhasil masih ada beberapa minyak yang belum terangkut untuk dijual.

Meski demikian SKK Migas mengupayakan beberapa langkah agar target tetap tercapai. Contohnya adalah mengatur ulang jadwal lifting. Ini dilakukan agar stok minyak yang masih ada di terminal penampungan bisa segera dijual.

Video Pilihan

Artikel Terkait