Gas Medco Akan Mengalir ke Kota Sekayu

Rencananya gas dari lapangan di Blok South Sumatra ini akan disalurkan ke 6.031 sambungan gas rumah tangga di Kota Sekayu secara bertahap.
Arnold Sirait
Oleh Arnold Sirait
28 September 2017, 08:07
Medco
Arief Kamaludin|KATADATA
Medco Energi

PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) kembali memasok gas dari lapangan di Blok South Sumatra untuk kebutuhan program jaringan gas kota yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara (Persero)/PGN. Kali ini, warga Kota Sekayu yang mendapat giliran menikmaati gas dari perusahaan minyak dan gas bumi (migas) swasta nasional ini.

Manager of Public Affair&Security Medco Sutami berharap gas dari perusahaannya itu bisa bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan. “Untuk itu, kami harap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang selama ini diberikan dapat terus berjalan dan ditingkatkan” ujar dia berdasarkan keterangan resminya, Kamis (27/9).

Rencananya gas dari lapangan di Blok South Sumatra ini akan disalurkan ke 6.031 sambungan gas rumah tangga di Kota Sekayu secara bertahap. Pasokan gas tersebut akan disalurkan melalui jaringan gas kota yang dikelola oleh Perusahaan Gas Negara (PGN). 

Dalam mengelola pasokan gas tersebut, Medco E&P dan PGN akan menyepakati Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang diketahui oleh SKK Migas. Jumlah gas yang akan dipasok dari Medco E&P kepada PGN rencananya sebesar 0,25 MMSCFD, selama 10 tahun. 

Sebelum warga Kota Sekayu, Medco juga sudah menyalurkan gas ke jaringan kota di  Kota Tarakan, Kalimantan Utara dan Kota Palembang, Sumatera Selatan. Rinciannya 2000 rumah di Kota Tarakan dan 5.000 rumah di Kota Palembang. 

Di sisi lain, sejak awal Januari hingga akhir Maret 2017, Medco berhasil meraup laba bersih US$ 43,1 juta atau sekitar Rp 574 miliar. Sementara pada kuartal I 2016 hanya mencapai US$ 10,2 juta.

Ada beberapa faktor yang menopang perolehan laba perusahaan swasta nasional tersebut. Salah satunya peningkatan produksi. Sepanjang kuartal Itu 2017, volume produksi Medco mencapai 91, 4 mboepd, naik 41,7 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Kenaikan produksi ini disebabkan oleh tingginya penjualan gas dari Lapangan Senoro. Selain itu peningkatan produksi berasal dari kontribusi penuh Lapangan Blok B Laut Natuna Selatan yang berhasil diakuisisi Medco sebesar 40% pada akhir tahun lalu.

Video Pilihan

Artikel Terkait