Kementerian ESDM Optimistis Revisi Gross Split Bisa Pikat Investor

“Para calon calon investor yang mau masukin dokumen lelang juga sudah memberikan sinyal positif,” ujar Ego.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
6 September 2017, 18:45
Rig
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis revisi aturan mengenai skema kontrak bagi hasil gross split bisa memikat minat investor, khususnya dalam lelang blok minyak dan gas bumi (migas). Apalagi pemenang lelang blok migas tahun ini nantinya akan menggunakan skema baru tersebut.

Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial mengatakan pihaknya akan terus mensosialisasikan Peraturan Menteri ESDM Nomor 52 tahun 2017 mengenai skema gross split. “Awalnya kan semua bilang ini tidak menarik, tapi kami akan sosialisasi besar-besaran ini," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/9).

(Baca: Jonan Tambah Bagi Hasil Kontraktor Migas di Revisi Aturan Gross Split)

Menurut Ego sampai saat ini ada beberapa perusahaan yang mengakses data dokumen lelang. Sayangnya, ia belum mau menyebutkan nama perusahaannya.

Yang jelas, pihaknya akan menunggu perusahaan yang telah mengambil dokumen lelang untuk dapat mengembalikan dokumen sesuai batas waktu yang telah ditentukan. “Para calon calon investor yang mau masukin dokumen lelang juga sudah memberikan sinyal positif,” ujar dia.

Selain dari investor beberapa lembaga dunia juga memberi sinyal positif. Dalam menyusun revisi ini, Kementerian ESDM memang melibatkan Wood Mackenzie, Bank Dunia, Pricewaterhouse Cooper, dan IHS Markit. 

(Baca: Plus Minus Revisi Gross Split di Mata Pelaku Industri Migas)

Ego mengatakan lembaga Wood Mackenzie ini juga menilai perubahan aturan gross split sudah menarik. "Dengan melihat revisi ini, mereka katakan menarik. Itu salah satu referensi kami," kata dia.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan sebelum aturan ini direvisi sebenarnya skema gross split sudah menarik. Apalagi saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang mengambil dokumen lelang. Bahkan ada perusahaan multinasional sekelas BP yang ikut mengambil dokumen.

Untuk lelang blok migas  dengan skema regular, batas pengembalian dokumen untuk blok konvensional akan berakhir pada 15 September 2017. Sementara untuk blok nonkonvensional sampai 20 September 2017.

(Baca: Anggota DEN Minta Pemerintah Hati-hati Soal Animo Lelang Blok Migas)

Adapun  lelang blok migas dengan skema penawaran langsung, untuk blok konvensional masa pengembalian dokumen sampai 11 september 2017, dan untuk lelang blok nonkonvensional masa pengembalian dokumennya sampai 7 September 2017.

Video Pilihan

Artikel Terkait