Shell Belum Berencana Bangun Stasiun Penyediaan Daya Kendaraan Listrik

Menurut Wahyu penggunaan energi fosil masih akan mengalami kenaikan, khususnya di Indonesia.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
28 Agustus 2017, 17:21
Both Shell di sebuah p[ameran di Jakarta
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Shell Indonesia belum berencana menyediakan stasiun penyediaan listrik umum (SPLU) dalam rencana bisnisnya ke depan. Padahal, pemerintah saat ini tengah mengembangkan program mobil listrik guna melakukan diversifikasi energi yang lebih ramah lingkungan.

Direktur Ritel PT Shell Indonesia dan Cluster GM Ritel Indonesia, Singapura, Hongkong, Wahyu Indrawanto tak membantah kendaraan listrik termasuk mobil akan masuk ke Indonesia. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai program tersebut. 

(Baca: PLN Targetkan 1.000 Stasiun Penyedia Daya Kendaraan Listrik di Jakarta)

Untuk itu perusahaan multinasional asal Belanda belum berencana membangun stasiun penyediaan daya untuk kendaraan listrik. "Sementara kami belum punya rencana ke situ," ujar Wahyu saat acara temu media di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (28/8).

Di sisi lain menurut Wahyu penggunaan energi fosil masih akan mengalami kenaikan, khususnya di Indonesia. Untuk itu, Shell akan menambah jumlah fasilitas pengisian bahan bakar tersebut di beberapa wilayah Indonesia.

(Baca: ESDM: Tiongkok Berminat Kembangkan Mobil Listrik Di Bali)

Shell  berencana menambah jumlah SPBU di wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Sumatera Utara. Targetnya, perusahaan migas ini akan menambah  8-10 SPBU hingga akhir tahun 2017 ini. "Bulan Agustus ini ada dua yang kami buka, pertama di Pondok Cabe Kota Tangerang Selatan dan di dekat Puri Indah, Jakarta Barat," ujar Wahyu.

Selain itu, Shell akan tetap berkomitmen menyediakan energi yang ramah lingkungan, walaupun untuk sementara ini, listrik masih belum menjadi prioritas. Sejauh ini, perusahaannya tetap mentaati ketentuan program Biofuel atau B20. 

(Baca: Bangun 10 SPBU Baru, Shell Kaji Pemasangan Dispenser Gas)

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sendiri mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk melarang penjualan mobil berbahan bakar minyak (BBM) pada 2040. Ini merupakan hasil kesepakatan forum yang membahas Rancangan Peraturan Presiden tentang Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik untuk Transportasi Jalan.

Reporter: Miftah Ardhian

Video Pilihan

Artikel Terkait