PLN Targetkan 1.000 Stasiun Penyedia Daya Kendaraan Listrik di Jakarta

Lokasi SPLU ini dapat ditemukan melalui aplikasi Google Maps dengan kata kunci “SPLU PLN”.
Arnold Sirait
Oleh Arnold Sirait
28 Agustus 2017, 09:49
SPLU
PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan pemasangan 1.000 stasiun penyedia listrik umum (SPLU) di Jakarta tahun ini. Ini untuk mendukung program kendaraan listrik, baik berupa sepeda, motor ataupun mobil.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengatakan secara total, di Indonesia saat ini sudah terpasang 875 SPLU. SPLU yang dikembangkan sejak 2015 ini tersebar di beberapa tempat yakni di  Jakarta, Bandung, Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau, Muara Bungo, Bengkulu, Lampung, Manado, Gorontalo, Palu, Kotamobagu, Yogyakarta, Bali, Makassar, dan masih banyak lagi.

(Baca: Jonan: Presiden Jokowi Khawatir Cara Pengisian Ulang Mobil Listrik)

Namun, untuk Jakarta, sejak diluncurkan 4 Agustus 2016 hingga akhir Juli 2017 sudah terpasang 542. Jumlah itu akan terus meningkat hingga mencapai 1.000 di akhir tahun nanti.

Lokasi SPLU ini dapat ditemukan melalui aplikasi Google Maps dengan kata kunci “SPLU PLN”. “Hal ini sudah dipersiapkan sejak lama untuk menjawab tantangan di masa depan,” kata I Made Suprateka, dikutip dari keterangan resminya, Senin (28/8).  

PLN juga yakin bisa memenuhi ketersediaan SPLU dengan kualitas maksimal. Apalagi daya pasok energi listrik juga banyak dipasok dari pembangkit baru yang berasal dari program 35.000 MW.  

Inovasi PLN sebagai infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini, pada awalnya dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum, seperti untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pedagang kaki lima (PKL). Seiring dengan berkembangnya teknologi, SPLU pun dapat digunakan untuk mengisi ulang energi kendaraan listrik.

Salah satunya adalah SPLU Beji Lintar yang mengadopsi sistem prabayar. Jadi untuk menggunakannya, masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan atau nomor kWh Meter yang tercantum di SPLU yang akan digunakan.

(Baca: Jonan Usul ke Jokowi Larang Penjualan Mobil BBM di 2040)

SPLU sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe hook yang dapat ditemui di tiang-tiang milik PLN, dan tipe standing yang menjadi suatu bangunan tersendiri. SPLU tipe hook terdiri dari 2 kWh Meter dan setiap meter memiliki daya 5.500 VA sedangkan SPLU tipe standing terdiri dari 4 kWh Meter.

Daya dari masing-masing kWh Meter tersebut juga bisa ditingkatkan menjadi 11.000 VA. Dengan kapasitas daya tersebut, SPLU mampu menyuplai listrik untuk mengisi daya kendaraan listrik yang memiliki daya bervariasi antara kisaran 500 –2.500 Watt.

Di sisi lain, masyarakat juga dapat meminta kepada PLN memasangkan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listriknya dapat terpenuhi. “Termasuk sebagai charging station kendaraan listrik yang akan lebih pas bila diletakkan di tempat parkir,” ujar Made.

(Baca: Gaikindo Usul Mobil Listrik Bebas Pajak Penghasilan 15 Tahun)

Selain SPLU, PLN juga mulai menggunakan kendaraan listrik, seperti motor listrik, untuk petugas Unit Layanan Cepat. Motor listrik merupakaan kendaraan masa depan yang efisien dan ramah lingkungan. Kendaraan ini baru digunakan PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya). Selanjutnya, diharapkan dapat diterapkan di Unit-unit pelayanan PLN lainnya karena sangat ramah lingkungan.

Video Pilihan

Artikel Terkait