Kementerian ESDM Tunggu Evaluasi Lemigas Putuskan Nasib Kepodang

"Kami lihat dulu hasil dari subsurface-nya, setelah punya data yang lengkap, baru lihat action selanjutnya apa," kata Arcandra.
Arnold Sirait
Oleh Arnold Sirait
24 Agustus 2017, 19:25
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin|KATADATA
Kementerian ESDM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memutuskan nasib Lapangan Kepodang di Blok Muriah yang mendeklarasikan mengalami kondisi kahar. Alasannya masih menunggu evaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) mengenai aspek bawah permukaan (subsurface) lapangan tersebut.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan proses evaluasi tersebut hingga kini masih berlangsung, targetnya bisa selesai dalam bulan ini atau paling lambat bulan depan. "Kami lihat dulu hasil dari subsurface-nya, setelah punya data yang lengkap, baru lihat action selanjutnya apa," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (24/8).

(Baca: Petronas Deklarasikan Kondisi Kahar, Pasokan ke PLN Diganti LNG)

Kondisi cadangan suatu lapangan migas memang tidak bisa ditebak. Bahkan kondisi kahar bukan hanya dialami oleh Petroliam Nasional Berhad (Petronas) sebagai operator Lapangan Kepodang.

Sebelumnya kondisi kahar juga terjadi di Lapangan West Seno di laut dalam Selat Makassar. Saat itu cadangan dari lapangan tersebut tidak sesuai dengan prediksi awal.

Jadi hasil kajian subsurface di Lapangan Kepodang  akan menjadi basis pemerintah untuk mengambil langkah selanjutnya ke depan. "Yang terpenting adalah ada basis untuk melakukan next plan-nya apa. Basisnya adalah data subsurface," kata Arcandra.

(Baca: Umumkan Kondisi Kahar, Petronas Tetap Dapat Cost Recovery di Kepodang)

Meski dalam kondisi kahar, Lapangan tersebut masih bisa mengalirkan gas hingga tahun depan. Namun, setelah itu akan mengalami pengurangan.

Kondisi Kahar  di Lapangan Kepodang awalnya disampaikan Petronas selaku operator sejak 8 Juni 2017 lalu. Senior Manager Corporate Affairs&Administration Petronas Carigali Indonesia Andiono Setiawan mengatakan, keputusan itu diambil setelah melalui penilaian dan kinerja yang telah dilakukan.

(Baca: Petronas Deklarasikan Kondisi Kahar di Lapangan Kepodang)

Hasil penilaian itu menyebutkan dari delapan sumur yang dibor, cadangan yang ada telah habis. Saat ini Petronas membahas kelanjutan blok tersebut dengan pemerintah. “Kami bekerja bersama dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini,” kata dia kepada Katadata beberapa waktu lalu. 

 

Video Pilihan

Artikel Terkait