Kementerian ESDM Alihkan 3 Lokasi Jaringan Gas PGN Ke Pertamina

Secara total penambahan itu ada 11.939 sambungan rumah tangga.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
28 Juli 2017, 17:38
Pipa Gas
Arief Kamaludin|KATADATA
Pekerjaan pipanisasi gas milik Pertamina Gas di Kawasan Marunda, Jakarta Utara.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengurangi penugasan pengoperasian jaringan gas kota (jargas) kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero). Nantinya jatah PGN itu akan diserahkan kepada PT Pertamina (Persero).

Kebijakan tersebut tertuang dalam dua surat keputusan Menteri ESDM. Pertama, Keputusan Menteri Nomor 2461 K/12/MEM/2017 tentang penugasan kepada PGN dalam pengoperasian jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga yang dibangun oleh pemerintah. Kemudian penugasan ke Pertamina ada di Keputusan Menteri ESDM Nomor 2460 K/12/MEM/2017.

(Baca: Anggaran Dipangkas, Pemerintah Batal Tambah Jaringan Gas Kota)

Dalam surat keputusan tersebut penugasan Pertamina menjadi 13 lokasi. Awalnya Pertamina hanya mendapatkan 10 lokasi penugasan dalam pengoperasian jargas oleh pemerintah.

Secara total penambahan itu ada 11.939 sambungan rumah tangga. Rinciannya terdiri dari  Kota Palembang sebanyak 3.311 Sambungan Rumah Tangga (SR), Kota Depok sebanyak 4.000 SR, dan Kota Bekasi sebanyak 4.628 SR.

Sementara 10 lokasi lainnya adalah Kota Prabumulih sebanyak 4.650 SR, Kota Jambi sebanyak 4.000 SR, Kota Sengkang sebanyak 4.172 SR, Kabupaten Sidoarjo sebanyak 10.350 SR, Kota Bontang sebanyak 3.960 SR, Kabupaten Ogan Ilir sebanyak 3.725 SR, Kabupaten Subang sebanyak 4.000 SR, Kabupaten Bulungan sebanyak 3.300 SR, Kabupaten Bekasi sebanyak 3.949 SR, dan Kota Lhokseumawe sebanyak 3.997 SR. Sehingga total jargas yang dioperasikan Pertamina sebanyak 46.103 SR. 

(Baca: Demi 1,2 Juta Sambungan Gas Rumah Tangga, Pemerintah Siapkan Perpres)

Sementara itu, total lokasi penugasan PGN berkurang menjadi delapan lokasi. Semula perusahaan pelat merah ini mendapat penugasan sebanyak 11 lokasi.

Adapun delapan  lokasi yang menjadi penugasan PGN tersebut terdiri dari Rumah Susun di wilayah Jabodetabek sebanyak 5.234 SR, Kabupaten Bogor sebanyak 4.000 SR, Kota Cirebon sebanyak 4.000 SR, Kota Surabaya sebanyak 2.900 SR, Kota Tarakan sebanyak 3.366 SR, Kabupaten Sorong sebanyak 3.898 SR, Kabupaten Blora sebanyak 4.000 SR, dan Kota Semarang sebanyak 4.000 SR. Sehingga total jargas yang dioperasikan PGN sebanyak 31.398 SR.

(Baca: Jaringan Gas Kota Gantikan Elpiji Bisa Hemat Uang Negara Rp 47,3 T)

Direktur Perencanaan dan Pembangunan infrastruktur Migas Kementerian ​ESDM Alimuddin Baso belum mau berkomentar banyak karena belum melihat detail keputusan tersebut. "Nanti saya cek dulu," kata dia saat dihubungi Katadata, Jumat (28/7).

Video Pilihan

Artikel Terkait