Umumkan Kondisi Kahar, Petronas Tetap Dapat Cost Recovery di Kepodang

Total investasi Petronas di Blok Muriah sejak awal Januari hingga April tahun ini mencapai US$ 650 juta. Dari jumlah tersebut, total biaya yang sudah mendapat cost recovery sebesar US$ 197 juta.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
11 Juli 2017, 17:45
Petronas
Arief Kamaludin|KATADATA

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tetap akan memberikan penggantian biaya operasional (cost recovery) kepada Petronas, meski sudah menyatakan Lapangan Kepodang di Blok Muriah dalam kondisi kahar. Alasannya, ketentuan itu tercantum dalam kontrak kerja sama yang disepakati perusahaan asal Malaysia itu dengan pemerintah.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabowo Taher mengatakan penggantian biaya akan diberikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. “Hanya dari yang bisa diproduksi saja, sesuai ketentuan dari PSC-nya, dan ini merupakan risiko upstream," kata dia kepada Katadata, Senin (11/7).

(Baca: Petronas Deklarasikan Kondisi Kahar di Lapangan Kepodang)

Dari data SKK Migas, total investasi Petronas di Blok Muriah sejak awal Januari hingga April tahun ini mencapai US$ 650 juta. Dari jumlah tersebut, total biaya yang sudah mendapat cost recovery sebesar US$ 197 juta.

Namun Wisnu belum mengetahui berapa besar biaya yang akan dikeluarkan pemerintah untuk mengganti biaya operasi Petronas selama beroperasi di blok tersebut. "Saat ini PSC-nya masih berjalan, dan kondisi upstream dinamis, sehingga belum bisa dipastikan apabila investasinya tidak bisa kembali," kata dia.

Di sisi lain, dengan deklarasi kondisi kahar tersebut, Petronas tidak bisa memenuhi perjanjian untuk menyuplai gas kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Petronas yang tadinya akan menyuplai gas untuk PLN sebesar 116  juta kaki kubik per hari (mmscfd) kepada PLN, hanya bisa memasok sekitar 70 mmscfd. 

Pasokan tersebut sesuai dengan prediksi produksi gas di Lapangan Kepodang yang hanya mencapai rata-rata 70 mmscfd hingga akhir tahun. Sedangkan dari awal tahun sampai Juni 2017 rata-rata produksinya sebesar 80 mmscfd.

Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani mengatakan akibat keadaan Kahar tersebut, Petronas sedang mencari cara agar memasok gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambaklorok berkapasitas 1.000 megawatt (MW) milik PLN. Salah satu opsinya dengan menggunakan gas alam cair (LNG). 

Alasan mengganti pasokan dengan LNG karena saat ini belum ada sumber gas lainnya di dekat Lapangan Kepodang yang ekonomis. “Petronas menawarkan opsi mengganti pasokan dengan mekanisme LNG," kata dia kepada Katadata, Senin (10/7).

Awalnya Petronas hendak mendatangkan sumber LNG dari Malaysia, namun SKK migas meminta Petronas untuk mendatangkan LNG dari domestik. Alhasil ada beberapa sumber LNG yang nantinya akan disasar oleh Petronas, seperti dari Tangguh di Papua barat dan Bontang di Kalimantan Timur.

(Baca: Petronas Deklarasikan Kondisi Kahar, Pasokan ke PLN Diganti LNG)

Menurut Fatar upaya Petronas mengganti pasokan dengan LNG kepada PLN itu agar investasi yang sudah dikeluarkan perusahaan tersebut di Blok Muriah tidak rugi. "Cuma kan dia rugi investasinya tidak kembali," kata dia.

Video Pilihan

Artikel Terkait