Dana Kontraktor Minim, Realisasi Pengeboran Migas di Bawah Target

"Banyak juga KKKS yang kurang finansial,"
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
7 Juli 2017, 16:41
Ladang Minyak
Chevron

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi pengeboran sumur eksplorasi hingga enam bulan terakhir mencapai 21 persen dari bawah target. Salah satu penyebab adalah kondisi finansial kontraktor migas yang minim.

Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan realisasi pengeboran sumur eksplorasi dari awal Januari hingga akhir Juni hanya 29 sumur. Padahal targetnya adalah 138 sumur. "Banyak juga KKKS yang kurang finansial," kata dia kepada Katadata, Jumat (7/7).

(Baca: Selama Enam Bulan 2017, Investasi Hulu Migas Baru 29% dari Target)

Selain kendala dana, kegiatan eksplorasi lesu karena harga minyak dunia yang masih rendah. Harga minyak saat ini masih sekitar US$ 40-50 per barel.

Tidak hanya realisasi pengeboran sumur eksplorasi yang masih rendah. Kegiatan pengeboran sumur pengembangan juga minim yakni 74 sumur dari target 223 sumur. Alhasil, dari hasil produksi pemboran sumur pengembangan tersebut, menghasilkan minyak dan kondensat sebesar 3.865 barel per hari (bph), dan gas sebesar 119 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Perawatan sumur sepanjang semester I ini juga baru mencapai 26.595 sumur, dari target sebanyak 57.512 sumur. Padahal dengan adanya kegiatan pengeboran sumur ulang dan perawatan sumur tersebut, dapat menghasilkan minyak dan kondensat sebesar 12.133 bph dan gas sebesar 83 mmscfd.

Realisasi kegiatan pengeboran sumur ulang baru terealisasi 351 kegiatan, padahal target 907 kegiatan. Ada juga kegiatan penutupan sumur yang sudah tidak lagi berproduksi yakni hanya 46 kegiatan dari target 186 kegiatan.  (Baca: Eksplorasi Minim, Cadangan Minyak Turun Hampir Empat Persen)

Selain pengeboran sumur, SKK Migas juga mencatat kegiatan survei seismik 2 dimensi (2D) sepanjang semester pertama tahun ini tercapai 3.432 km dari target 10.248 km. Sementara itu kegiatan survey seismik 3D tercapai 330 km persegi dari target 6.566 km persegi. 

Video Pilihan

Artikel Terkait