Proposal Pengembangan Blok Kasuri Menunggu Sertifikasi Cadangan

Setelah mengantongi sertifikasi tersebut, Genting bisa mengajukan proposal rencana pengembangan lapangan di Blok Kasuri.
Arnold Sirait
Oleh Arnold Sirait
4 April 2016, 21:04
Pengeboran minyak lepas pantai.
KATADATA

Pengajuan proposal rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) Blok Kasuri tinggal selangkah lagi. Genting Oil selaku operator blok minyak dan gas bumi di Papua Barat masih menunggu hasil sertifikasi cadangan yang dilakukan oleh Lemigas.

Deputi Pengendalian Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Gunawan Sutadiwiria mengatakan, sampai saat ini Genting belum mengajukan proposal pengembangan lapangan. “Kasuri masih menunggu sertifikasi cadangan dari Lemigas,” kata dia kepada Katadata, Senin (28/4). 

Namun, dia memperkirakan proses di Lemigas tidak akan berlangsung lama lantaran prosesnya sudah berjalan sejak beberapa hari lalu. Bahkan, bulan ini Genting sudah bisa mendapatkan sertifikasi tersebut. Setelah itu, Genting bisa mengajukan proposal pengembangan lapangan di Blok Kasuri.

(Baca: Genting Oil Berencana Lepas Saham Blok Kasuri di Papua)

Sertifikasi cadangan adalah upaya dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mencoba mengklasifikasi cadangan migas yang bersifat universal dan dapat diterima oleh semua pihak. Ada tiga klasifikasi cadangan migas yakni cadangan terbukti, cadangan mungkin dan cadangan harapan. Pada tahap ini cadangan potensial migas dapat dihitung berdasarkan data kuantitatif, seperti data seismik atau peta geologi.

Untuk mengajukan proposal pengembangan tersebut, Genting juga harus mengebor beberapa sumur lagi. Tapi, Gunawan mengatakan jumlah yang harus dibor masih belum ditentukan. “Tergantung hasil diskusi nanti,” ujar dia. (Baca: Terancam Setop, SKK Migas Minta Genting Ajukan Proposal Pengembangan)

Genting Oil Kasuri memang harus segera menyerahkan proposal pengembangan atau Plan of Development (PoD) Blok Kasuri, Papua Barat. Sebab, masa eksplorasi blok tersebut akan berakhir pada 2017 nanti. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Migas, apabila dalam jangka waktu eksplorasi kontraktor tidak menemukan cadangan minyak atau gas bumi yang dapat diproduksikan secara komersial, kontraktor wajib mengembalikan seluruh wilayah kerjanya.

Dalam catatan SKK Migas, Genting sebenarnya pernah mengajukan untuk melepas tahapan eksplorasi sekitar September atau Oktober tahun lalu. Proses ini dilakukan agar bisa mengajukan proposal PoD. Namun SKK Migas belum bisa menerima permintaan dari Genting Oil. Alasannya, menurut perhitungan SKK Migas, Genting harus melakukan pengeboran untuk satu atau dua sumur baru. (Baca: Pertamina Tertarik Beli Saham Genting Oil di Blok Kasuri)

Penambahan sumur tersebut dilakukan karena struktur cadangan yang ada di Blok Kasuri berbeda. Ada beberapa struktur yang memiliki kondisi bagus, namun ada yang kurang optimal. Bahkan satu struktur Kasuri masuk wilayah Blok Tangguh. Sehingga, menurut SKK Migas, lebih baik struktur tersebut diajukan dalam satu proposal PoD. Apalagi struktur tersebut banyak berada di daerah terpencil. Namun dengan jumlah sumur yang ada saat ini dinilai masih kurang ekonomis. Makanya perlu penambahan sumur baru. 

Kontributor: Anggita Rezki Amelia

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Video Pilihan

Artikel Terkait